HOME  ⁄  Nasional

Arianto Kogoya Membuka LCC Empat Pilar MPR RI 2026 di Papua untuk Perkuat Karakter Pelajar Menuju Indonesia Emas 2045

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Arianto Kogoya Membuka LCC Empat Pilar MPR RI 2026 di Papua untuk Perkuat Karakter Pelajar Menuju Indonesia Emas 2045
Foto: (Sumber :Anggota Badan Sosialisasi MPR RI Arianto Kogoya membuka LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Papua sebagai upaya memperkuat karakter, wawasan kebangsaan, dan semangat generasi muda Papua menuju Indonesia Emas 2045..)

Pantau - Anggota Badan Sosialisasi MPR RI Arianto Kogoya membuka Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Papua di LPTQ Provinsi Papua, Sabtu (11/7/2026), sebagai upaya memperkuat karakter, wawasan kebangsaan, dan semangat generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan tersebut diikuti puluhan pelajar SMA/sederajat dari berbagai daerah di Papua yang bersaing untuk menjadi wakil provinsi pada LCC Empat Pilar MPR RI tingkat nasional.

LCC Empat Pilar Perkuat Wawasan Kebangsaan

Arianto Kogoya mengatakan LCC Empat Pilar MPR RI tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk membentuk karakter generasi muda di tengah perkembangan era digital.

"LCC Empat Pilar MPR RI menjadi ruang pembelajaran kebangsaan yang menyenangkan, kompetitif, dan membangun karakter. Melalui kegiatan ini para peserta dilatih berpikir kritis, bekerja sama, menjunjung tinggi sportivitas, serta memahami nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan berbangsa," ujarnya.

Ia menilai generasi muda Papua memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa sehingga perlu dibekali pemahaman terhadap nilai-nilai Empat Pilar MPR RI agar mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

"Semangat Torang Bisa mengandung keyakinan bahwa masyarakat Papua mampu berkarya, mampu berprestasi, dan mampu mengambil peran penting dalam membangun bangsa. Melalui pendidikan, kerja keras, dan penguatan karakter kebangsaan, anak-anak muda Papua hari ini akan menjadi pemimpin masa depan yang membawa Papua semakin maju," katanya.

Arianto juga menegaskan penguatan nilai-nilai kebangsaan semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

"Nilai-nilai kebangsaan perlu terus kita tanamkan secara masif. Di tengah perkembangan teknologi dan media yang begitu cepat, kegiatan seperti ini menjadi sangat penting untuk memperkuat karakter generasi muda Papua," tegasnya.

Empat Pilar Ditekankan Menjadi Pedoman Hidup

Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Dr. Elia Waromi, S.Pd., M.Pd., menegaskan Empat Pilar MPR RI harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dipelajari untuk perlombaan.

"Empat Pilar MPR RI bukan sekadar materi untuk dipelajari atau dilombakan, tetapi harus menjadi pedoman hidup berbangsa dan bernegara yang dipahami serta dihayati oleh seluruh generasi muda Papua," ungkapnya.

Menurut Elia, keberagaman suku, bahasa, dan budaya di Papua menjadi modal penting dalam membangun daerah yang maju dan tetap berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Melalui lomba ini kami berharap lahir generasi Papua yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas, mencintai tanah air, serta mampu menjadi agen pemersatu bangsa," ujarnya.

Sebanyak sembilan sekolah berhasil lolos ke tingkat Provinsi Papua, yaitu SMAN 2 Jayapura, SMAN 4 Jayapura, SMAN 5 Jayapura, SMAN 1 Arso, SMAN Khusus Sains dan Bahasa, SMAN Al Fatah YPKP Sentani, SMA YPPK Taruna Bakti Jayapura, SMA YPPK Taruna Dharma, dan SMA Kristen Kalam Kudus Jayapura.

Pembukaan LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Papua, Tifa, sebagai simbol dimulainya rangkaian perlombaan yang akan menentukan wakil Provinsi Papua ke tingkat nasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf