HOME  ⁄  Nasional

GP Ansor Menutup PKN Angkatan XI 2026 dan Mendorong Lahirnya Cetak Biru Kepemimpinan Nasional

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

GP Ansor Menutup PKN Angkatan XI 2026 dan Mendorong Lahirnya Cetak Biru Kepemimpinan Nasional
Foto: Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin mengguyur kader Ansor dalam penutupan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Angkatan XI Tahun 2026 di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu 12/7/2026 (sumber: GP Ansor)

Pantau - Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) menutup rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Angkatan XI Tahun 2026 di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, dengan harapan program tersebut mampu melahirkan cetak biru kepemimpinan nasional.

PKN Angkatan XI Tahun 2026 diselenggarakan di Pesantren Bumi Sholawat Progresif, Sidoarjo, Jawa Timur, pada 6–12 Juli 2026 dan ditutup di Pondok Pesantren Tambakberas yang juga akan menjadi lokasi penyelenggaraan Muktamar PBNU.

Addin Tekankan Pentingnya Kaderisasi dan Peningkatan SDM

Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin menegaskan bahwa kaderisasi merupakan jangkar organisasi sekaligus ruang untuk mewujudkan mimpi-mimpi baru di tengah perubahan zaman dan keberagaman kader.

Ia mengungkapkan, “Ansor adalah rumah terbuka, mimpi apapun bisa kita cetak. Tempat berkumpulnya harapan, itulah organisasi. Ke depan, seluruh instrumen dan struktur Ansor harus hadir dengan kemampuan-kemampuan barunya.”

Addin yang merupakan doktor di bidang Ilmu Manajemen Strategis Universitas Brawijaya (UB) menolak kepengurusan yang berjalan biasa-biasa saja.

Ia menginstruksikan seluruh struktur organisasi untuk menciptakan ritme baru dengan menggerakkan seluruh jajaran tanpa terkecuali.

Dalam meningkatkan kapasitas kader, Addin menegaskan bahwa kunci utama kemakmuran ekonomi adalah kualitas sumber daya manusia (SDM).

Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran organisasi untuk secara masif membangun sekolah pelatihan mandiri guna menciptakan lapangan kerja baru.

Ia mengatakan, “Tidak boleh ada lahan dan orang yang nganggur. Semua aset harus bisa kita kelola secara maksimal. Itulah fungsi kepemimpinan.”

Aminuddin Ma'ruf Dorong Transformasi Organisasi yang Efisien

Wakil Menteri Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) yang juga kader Ansor, Aminuddin Ma'ruf, menyampaikan pandangan yang sejalan dengan Addin mengenai pentingnya transformasi organisasi.

Amin menegaskan bahwa setiap transformasi besar harus berakar pada integritas niat dan ketajaman visi dengan mengutip QS. Ar-Ra'd ayat 11.

Ia juga menjelaskan bahwa institusi seperti BUMN melakukan streamlining secara radikal melalui penyederhanaan dari 1.074 entitas menjadi sekitar 281 entitas pada tahun 2026.

Menurut Amin, langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan mewujudkan tata kelola yang lebih ramping.

Ia mengatakan, “Organisasi yang besar tidak boleh terjebak dalam kompleksitas birokrasi internal yang mengaburkan mandat utamanya. Begitu pula dengan GP Ansor.”

Penulis :
Shila Glorya