
Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan komitmen pemerintah untuk terus membina siswa berprestasi yang akan mewakili Indonesia dalam berbagai ajang olimpiade internasional di sejumlah negara.
Kemendikdasmen Lepas Delegasi Olimpiade Internasional
Abdul Mu'ti mengatakan seluruh delegasi merupakan pelajar SMA yang telah lolos seleksi nasional dan mendapatkan pembinaan intensif dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) sebelum diberangkatkan ke kompetisi internasional.
Ia mengungkapkan, "Para delegasi akan diberangkatkan ke berbagai negara sesuai bidang lomba masing-masing. Pelepasan delegasi menunjukkan komitmen Kemendikdasmen sesuai arahan Presiden Prabowo untuk memberi kesempatan kepada anak-anak Indonesia yang berbakat dan berprestasi."
Pada 2026, Kemendikdasmen menargetkan mengirim 100 peserta pada 14 bidang kompetisi internasional, sementara pada pelepasan kali ini delegasi akan mengikuti enam ajang olimpiade internasional.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti menjelaskan enam kompetisi tersebut meliputi International Olympiad in Informatics di Uzbekistan, World Science Olympiad di Bali, International Geography Olympiad di Turki, International Olympiad in Artificial Intelligence di Kazakhstan, International Earth Science Olympiad di Italia, dan Battle of the Science di Malaysia.
Pemerintah Optimistis Prestasi Indonesia Terus Bertambah
Suharti mengungkapkan Indonesia telah meraih satu medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu pada Olimpiade Fisika Internasional.
Ia juga menyampaikan para delegasi di bidang matematika, biologi, kimia, ekonomi, dan debat masih mengikuti kompetisi dengan harapan kembali membawa prestasi bagi Indonesia.
Salah seorang delegasi, Muhammad Bagir dari SMA Negeri 8 Jakarta yang akan berlaga pada International Olympiad in Astronomy and Astrophysics (IOAA) di Vietnam, menyampaikan apresiasi atas pembinaan yang diberikan pemerintah.
Ia mengatakan, "Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih atas segala pihak yang sudah memfasilitasi segala pelatihan. Berbagai persiapan yang saya lakukan meliputi belajar mandiri, latihan mengerjakan soal, pembinaan tahap 1, pembinaan tahap 2, bersama para tutor dari dosen astronomi ITB hingga peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)."
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





