HOME  ⁄  Nasional

Marinir TNI AL Tunjukkan Kemampuan Tempur dan Penyelamatan Sandera di Ajang RIMPAC 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Marinir TNI AL Tunjukkan Kemampuan Tempur dan Penyelamatan Sandera di Ajang RIMPAC 2026
Foto: (Sumber :Personel Marinir TNI AL melakukan simulasi operasi penyelamatan sandera yang digelar di di MOUT 1 Marine Corps Training Area Bellows, Hawaii, Amerika Serikat, Minggu (12/7/2026). ANTARA/HO-Pen Marinir.)

Pantau - Personel Marinir TNI Angkatan Laut menunjukkan kemampuan operasi tempur dan penyelamatan sandera dalam simulasi latihan bersama Rim of the Pacific Exercise (RIMPAC) 2026 yang digelar di Military Operations in Urban Terrain (MOUT) 1 Marine Corps Training Area Bellows, Hawaii, Amerika Serikat, pada Minggu (12/7).

Simulasi Penyelamatan Sandera di Medan Perkotaan

Latihan tersebut merupakan bagian dari rangkaian RIMPAC 2026 yang menguji kemampuan prajurit menghadapi berbagai skenario operasi militer di lingkungan perkotaan.

Komandan Unsur Tugas Marinir RIMPAC 2026 Letkol Marinir Huda Prawira mengatakan, "Setiap skenario yang dilaksanakan menuntut prajurit mampu bertindak cepat, tepat, dan terukur."

Dalam skenario latihan, musuh digambarkan telah menguasai sebuah desa, menganiaya, serta menyandera warga sipil sehingga personel Marinir TNI AL ditugaskan melaksanakan operasi pembebasan sandera dan menumpas kelompok bersenjata.

Pasukan kemudian melakukan infiltrasi menggunakan teknik pertempuran dalam kota untuk membersihkan wilayah, melumpuhkan ancaman, mengevakuasi warga yang terluka, serta menguasai gudang persenjataan milik musuh.

Perkuat Interoperabilitas dengan Negara Sahabat

Huda menjelaskan keberhasilan operasi simulasi tersebut menjadi bukti kesiapan dan hasil latihan intensif yang dijalani prajurit Korps Marinir sebelum mengikuti RIMPAC 2026.

Ia mengungkapkan, "Pasukan bergerak cepat melaksanakan pembersihan sektor demi sektor, melumpuhkan seluruh ancaman, mengevakuasi warga yang terluka ke tempat aman serta menguasai gudang persenjataan milik musuh sebagai bagian dari upaya mengembalikan situasi menjadi aman dan terkendali."

Huda juga mengatakan, "Melalui latihan ini, prajurit Korps Marinir tidak hanya mengasah kemampuan tempur, tetapi juga memperkuat interoperabilitas dengan pasukan negara sahabat sehingga siap menghadapi berbagai tantangan operasi di masa depan."

RIMPAC merupakan latihan perang maritim internasional terbesar yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali dan berlangsung pada 24 Juni hingga 31 Juli 2026 dengan rangkaian latihan darat, laut, dan udara yang melibatkan berbagai negara.

Penulis :
Ahmad Yusuf