
Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di seluruh Indonesia tetap berjalan aman dan menyenangkan setelah teror bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan, dipastikan bukan ancaman nyata oleh kepolisian.
Pemerintah Pastikan MPLS Berjalan Normal
Mu'ti mengatakan hasil investigasi kepolisian menunjukkan ancaman bom tersebut hanya merupakan tindakan iseng dan pelaku telah diidentifikasi, sementara motifnya masih didalami.
Ia mengungkapkan, “Hasil investigasi kepolisian menyatakan ancaman tersebut hanya tindakan iseng, tidak terbukti sebagai ancaman nyata, dan pelaku telah diidentifikasi, serta motifnya masih didalami. Saya sudah mengunjungi langsung sekolah tersebut tadi pagi dan bertemu dengan siswa, kepala dinas pendidikan, hingga guru.”
Menurutnya, hasil pemantauan di SDN Srengseng Sawah 15 menunjukkan kegiatan MPLS berlangsung normal tanpa menimbulkan ketakutan di kalangan siswa, guru, maupun orang tua.
Ia menjelaskan, “Pemerintah mengarahkan MPLS agar menjadi awal yang menyenangkan bagi peserta didik baru. Pendekatan yang diterapkan adalah humanis dan inklusif. MPLS juga dimanfaatkan sebagai sarana, penelusuran bakat dan minat siswa, membangun motivasi belajar, dan meningkatkan rasa percaya diri.”
Mu'ti menegaskan kebijakan MPLS yang aman dan menyenangkan berlaku bagi siswa kelas 1 SD, kelas 7 SMP, hingga kelas 10 SMA.
Edukasi Bahaya Narkoba hingga Cyber Bullying
Mendikdasmen mengatakan MPLS juga dimanfaatkan untuk memperkuat budaya sekolah yang aman, nyaman, bersih, sehat, dan bebas perundungan.
Pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak memberikan penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, judi online, cyber bullying atau perundungan siber, serta dampak negatif penyalahgunaan teknologi digital.
Sebelumnya, Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan ancaman bom bermula dari pesan WhatsApp yang diterima guru dan staf tata usaha saat upacara hari pertama MPLS pada Senin (13/7).
Ia mengungkapkan, “Kita dapati bahwa memang informasinya betul, ada WA yang masuk ke guru dan TU.”
Pesan tersebut berisi ancaman peledakan bom di 11 titik sekolah dan meminta pihak sekolah tidak melapor kepada polisi, namun setelah dilakukan penyisiran, kepolisian tidak menemukan benda mencurigakan dan memastikan situasi sekolah aman.
- Penulis :
- Aditya Yohan





