
Pantau - Pemerintah Australia ingin mempelajari praktik dialog lintas agama di Indonesia melalui kunjungan ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan antarumat beragama dan kerja sama kedua negara.
Australia Belajar dari Pengalaman Indonesia
Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia Matt Thistlethwaite mengatakan kunjungan tersebut juga menghadirkan Pemimpin Australian National Imams Council (ANIC), Imam Shadi Alsuleiman, untuk mempelajari metode pengajaran Islam yang diterapkan di Masjid Istiqlal.
“Kunjungan saya ke masjid ini bertujuan membangun persahabatan dengan membawa salah satu imam terkemuka Australia ke sini untuk belajar dari imam dan pengelola masjid mengenai pengajaran ajaran Islam, penghormatan, dan persahabatan. Itu merupakan pelajaran bagi kita semua," kata Thistlethwaite.
Ia menjelaskan pemerintah Australia ingin mempererat hubungan dengan Indonesia, termasuk dengan masyarakat Muslim terbesar di Asia, melalui dialog dan kerja sama lintas agama.
Terowongan Silaturahmi Jadi Simbol Toleransi
Thistlethwaite memuji cara Pemerintah Indonesia dan masyarakat mempromosikan Islam yang menghargai perbedaan serta membangun hubungan lintas budaya dan lintas agama.
“Saya mengucapkan selamat kepada Pemerintah Indonesia dan masyarakat Indonesia atas cara yang saling menghargai dalam mengajarkan Islam serta mempromosikan persahabatan lintas budaya dan lintas agama, yang tercermin dengan sempurna melalui Terowongan Silaturahmi," ungkapnya.
Ia menambahkan Australia juga terus memperkuat penghormatan antarumat beragama dengan menunjuk seorang duta besar sekaligus utusan khusus untuk urusan Islam guna mencari cara terbaik dalam memajukan toleransi beragama di negaranya.
“Kami juga ingin memastikan bahwa para pemimpin politik kami menjalin komunikasi dengan para pemimpin politik Indonesia guna turut mendorong dialog antaragama. Itulah sebabnya saya membawa seorang imam terkemuka dari Australia pada hari ini sebagai simbol pendekatan yang menjunjung tinggi dialog antaragama,” tambahnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan





