
Pantau - Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menilai Jawa Timur menjadi provinsi dengan kinerja terbaik dalam pengelolaan lingkungan, khususnya penanganan sampah, usai meninjau SMA Negeri 1 Gresik yang berpredikat Adiwiyata Mandiri di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Rabu, 15 Juli 2026.
Jumhur menyampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dinilai berhasil mengelola lingkungan hidup, terutama dalam menangani persoalan sampah.
Ia mengatakan, "Jawa Timur menjadi peringkat satu dalam penilaian kami terkait pengelolaan lingkungan dan penanganan sampah. Ini bisa menjadi contoh bagi provinsi lain yang masih kurang serius dan abai terhadap persoalan tersebut."
Berdasarkan Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup yang menjadi acuan evaluasi tahun 2026, timbulan sampah di Jawa Timur mencapai sekitar 12.314 ton per hari atau lebih dari delapan juta ton per tahun.
Evaluasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur menunjukkan pengurangan sampah dari sumber melalui pemilahan dan bank sampah baru mencapai sekitar 11 persen.
Pemerintah masih terus mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat agar pengurangan sampah dari sumber dapat terus meningkat.
Program Adiwiyata Dinilai Membangun Budaya Peduli Lingkungan
Jumhur menjelaskan bahwa keberhasilan Jawa Timur tidak terlepas dari upaya pemerintah daerah dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Program Adiwiyata yang menyasar satuan pendidikan.
Menurut Jumhur, Program Adiwiyata merupakan instrumen Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendorong sekolah membangun budaya peduli lingkungan.
Program Adiwiyata menerapkan penilaian secara bertahap hingga mencapai predikat tertinggi, yaitu Adiwiyata Mandiri.
Ia mengungkapkan, "Di SMA Negeri 1 Gresik ini, dalam penilaian kami masuk kategori tertinggi. Mereka mampu menumbuhkan kesadaran terhadap lingkungan dan menjadi contoh bagi institusi pendidikan di seluruh Indonesia."
Khofifah Dorong Sekolah Berbasis Ketahanan Pangan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mengembangkan sekolah inovatif berbasis ketahanan pangan sebagai pelengkap implementasi Program Adiwiyata.
Menurut Khofifah, konsep ketahanan pangan tidak harus diterapkan pada lahan yang luas.
Ketahanan pangan dapat dikembangkan di lingkungan sekolah melalui kegiatan pertanian, peternakan, maupun perikanan dengan melibatkan para peserta didik.
Khofifah mengatakan, "Kami ingin ini menjadi pilot project. Semua lahan di institusi pendidikan bisa dimanfaatkan, kemudian hasilnya dihilirisasi menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah dan dapat dipasarkan."
Sebelum mengunjungi SMA Negeri 1 Gresik, Menteri Lingkungan Hidup juga meninjau implementasi Green and Smart Port Initiatives ASRI di Dermaga C Pelabuhan Petrokimia Gresik.
Peninjauan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di sektor industri dan kepelabuhanan.
- Penulis :
- Arian Mesa





