HOME  ⁄  Nasional

Realisasi Investasi 2025 Lampaui Target, Rosan: Hilirisasi Jadi Pendorong Utama Pertumbuhan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Realisasi Investasi 2025 Lampaui Target, Rosan: Hilirisasi Jadi Pendorong Utama Pertumbuhan
Foto: Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani (sumber: BKPM)

Pantau - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyampaikan realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun atau melampaui target investasi sebesar Rp1.905,6 triliun dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu.

Realisasi investasi tersebut tumbuh 12,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan berhasil menyerap 2,71 juta tenaga kerja Indonesia atau meningkat 10,4 persen secara year on year (yoy).

Rosan mengungkapkan, "Seluruh capaian ini kami raih dengan tetap menjaga pengelolaan keuangan dan aset negara secara akuntabel dan juga transparan."

Komposisi dan Sebaran Investasi Nasional

Komposisi realisasi investasi terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp1.030,3 triliun atau 53,4 persen dari total investasi dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp900,9 triliun atau 46,6 persen.

Sebaran investasi menunjukkan realisasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp991,2 triliun atau 51,3 persen dari total investasi, lebih besar dibandingkan investasi di Pulau Jawa yang mencapai Rp940 triliun.

Lima daerah dengan realisasi investasi PMA dan PMDN terbesar sepanjang 2025 adalah Jawa Barat sebesar Rp296,8 triliun, DKI Jakarta Rp270,9 triliun, Jawa Timur Rp145,1 triliun, Banten Rp130,2 triliun, dan Sulawesi Tengah Rp127,2 triliun.

Lima subsektor dengan realisasi investasi terbesar meliputi industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatan sebesar Rp262 triliun, transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi Rp211 triliun, pertambangan Rp199,6 triliun, jasa lainnya Rp170,5 triliun, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp140,4 triliun.

Hilirisasi Berkontribusi Lebih dari 30 Persen

Rosan mengatakan, "Sejalan dengan mandat kami, hilirisasi menjadi salah satu pendorong utamanya. Realisasi investasi hilirisasi tahun 2025 mencapai Rp584,1 triliun tumbuh 43,3 persen dan berkontribusi 30,2 persen terhadap total realisasi investasi nasional. Sebanyak 71,1 persen di antaranya yang berada di luar Jawa. Ini wujud nyata upaya menciptakan nilai tambah di dalam negeri sekaligus mendorong pemerataan."

Realisasi investasi hilirisasi sepanjang 2025 mencapai Rp584,1 triliun atau meningkat 43,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan 71,1 persen investasi berada di luar Pulau Jawa.

Investasi hilirisasi sektor mineral mencapai Rp373,1 triliun yang terdiri atas nikel Rp185,2 triliun, tembaga Rp65,8 triliun, bauksit Rp53,1 triliun, besi dan baja Rp39,2 triliun, timah Rp11,3 triliun, serta komoditas lain seperti pasir silika, emas, perak, kobalt, mangan, batu bara, dan aspal Buton sebesar Rp18,5 triliun.

Investasi hilirisasi sektor perkebunan dan kehutanan mencapai Rp144,5 triliun yang meliputi kelapa sawit Rp62,8 triliun, kayu log Rp62,2 triliun, karet Rp12,9 triliun, serta komoditas lain seperti pala, pinus, kelapa, kakao, dan biofuel sebesar Rp6,6 triliun.

Investasi hilirisasi sektor minyak dan gas bumi mencapai Rp60 triliun yang terdiri atas minyak bumi Rp41,7 triliun dan gas bumi Rp18,3 triliun.

Investasi hilirisasi sektor perikanan dan kelautan mencapai Rp6,4 triliun yang mencakup komoditas garam, ikan TCT (tuna, cakalang, tongkol), udang, rumput laut, rajungan, dan tilapia.

Lima daerah dengan investasi hilirisasi terbesar adalah Sulawesi Tengah sebesar Rp110 triliun, Maluku Utara Rp74,8 triliun, Jawa Barat Rp71,4 triliun, Banten Rp41,3 triliun, dan Jawa Timur Rp36,7 triliun.

Penulis :
Leon Weldrick