
Pantau - Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mengapresiasi realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 yang dinilai berjalan baik, sekaligus mendorong pemerintah meningkatkan penerimaan negara pada 2026 guna menjaga pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan fiskal.
Banggar Apresiasi Kinerja APBN 2025
Wakil Ketua Banggar DPR RI Muhidin Mohamad Said menyampaikan penilaian tersebut usai Rapat Kerja Banggar DPR RI bersama Menteri Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
"Realisasi tahun anggaran 2025 sudah berjalan dengan bagus. Untuk itu saya katakan bahwa kami di DPR memberi apresiasi kepada pemerintah, bahwa apa yang telah digariskan di dalam program prioritas Pak Presiden itu sudah berjalan dengan bagus," ujar Muhidin.
Ia menilai capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kualitas pengelolaan keuangan negara pada tahun-tahun mendatang.
"Tentunya ke depan ini tentu kita harus bagaimana meningkatkan pendapatan lagi, sehingga kita bisa mengejar pertumbuhan ekonomi yang telah kita sepakati, sehingga nanti betul-betul perjalanan daripada anggaran itu tetap berjalan dengan baik, secara efisien, efektif, dan mencapai sasaran," lanjutnya.
Pemerintah Paparkan Kinerja Fiskal
Dalam rapat tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan APBN 2025 tetap menjadi instrumen utama menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Pemerintah melaporkan perekonomian Indonesia tumbuh 5,11 persen dengan inflasi terkendali pada level 2,92 persen, didukung paket stimulus ekonomi senilai Rp110,7 triliun untuk menjaga konsumsi, memperkuat UMKM, sektor padat karya, dan sektor perumahan.
Pemerintah juga menyampaikan realisasi defisit APBN 2025 berada pada level 2,81 persen terhadap produk domestik bruto serta Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2025 kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan.
Muhidin turut mendorong optimalisasi sistem Coretax guna meningkatkan pelayanan kepada wajib pajak dan memastikan penyaluran subsidi lebih tepat sasaran.
"Ke depan kita meminta supaya pajak itu lebih ditingkatkan cara pengisiannya, karena sekarang kan pakai Cortax ya, dengan Cortax ini betul-betul bisa terlayani wajib pajak dengan baik. Sehingga apa yang mereka harapkan dan penggunaannya nanti betul-betul bisa tepat sasaran sesuai dengan keinginan pemerintah, yaitu tepat sasaran kepada orang-orang yang memang punya hak untuk menerima subsidi-subsidi itu," tandasnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





