
Pantau - Gelombang panas yang melanda Belanda pada akhir Juni hingga awal Juli 2026 memicu lebih dari 900 kematian berlebih, dengan kelompok lanjut usia menjadi yang paling terdampak berdasarkan laporan Institut Nasional untuk Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan (RIVM).
Ratusan Kematian Terjadi Saat Suhu Mendekati 40 Derajat Celsius
RIVM melaporkan terdapat 911 kematian berlebih yang terjadi pada periode 22 Juni hingga 5 Juli dibandingkan dengan perkiraan angka kematian pada periode yang sama.
Wilayah selatan dan timur Belanda mencatat lonjakan tertinggi dengan 576 kematian berlebih setelah mengalami suhu paling tinggi selama gelombang panas.
Sebanyak 547 kematian berlebih terjadi pada kelompok usia 80 tahun ke atas yang menjadi kelompok dengan peningkatan tertinggi dibandingkan kelompok usia lainnya.
RIVM mengungkapkan, "Penyebab kematian belum diketahui, namun besar kemungkinan cuaca panas turut berperan. Penting untuk tetap waspada terkait dampak cuaca panas bagi kesehatan."
Data Institut Meteorologi Kerajaan Belanda menunjukkan suhu mencapai 39,4 derajat Celsius pada periode 22 hingga 28 Juni.
Belanda Aktifkan Rencana Panas Nasional
RIVM menyatakan orang dewasa lanjut usia dan penderita penyakit kronis merupakan kelompok yang paling rentan saat cuaca panas ekstrem.
Lembaga tersebut juga menilai meningkatnya polusi udara selama gelombang panas kemungkinan memberikan beban tambahan bagi kelompok rentan.
Sejak 11 Juli, RIVM mengaktifkan National Heat Plan di tujuh provinsi di wilayah tengah dan selatan Belanda.
Melalui kebijakan tersebut, RIVM mengimbau penyedia layanan kesehatan, tenaga perawat, dan pendamping informal untuk memberikan dukungan tambahan kepada kelompok rentan selama suhu tinggi masih berlangsung.
- Penulis :
- Aditya Yohan





