HOME  ⁄  Nasional

Investor Tiongkok Perkuat Sektor Hunian IKN Lewat Proyek Apartemen Senilai Rp1,27 Triliun

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Investor Tiongkok Perkuat Sektor Hunian IKN Lewat Proyek Apartemen Senilai Rp1,27 Triliun
Foto: (Sumber :Kawasan pembangunan hunian di KIPP IKN berlokasi di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, tampak dari udara (ANTARA/HO-dokumen Humas Otorita IKN).)

Pantau - Penanam modal asal Tiongkok memperkuat sektor hunian di Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan membangun proyek apartemen senilai Rp1,27 triliun di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) sebagai bagian dari percepatan pembentukan ekosistem permukiman dan aktivitas ekonomi.

Otorita IKN Dorong Investasi Hunian di KIPP

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan sektor hunian tersebut dilakukan oleh PT Star Bright International Investment yang berafiliasi dengan Zhongda Jiancheng Engineering Management Group Co Ltd dari Tiongkok.

Ia mengungkapkan, "Investor asing membangun hunian di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP)."

Basuki menjelaskan proyek tersebut diharapkan mampu memicu masuknya investasi lain sekaligus mempercepat terbentuknya ekosistem permukiman dan kegiatan ekonomi di kawasan inti IKN.

Ia mengungkapkan, "Kawasan dengan investasi sekitar Rp1,27 triliun itu akan mendukung operasional pemerintahan dan kegiatan ekonomi."

Proyek tersebut dibangun di Wilayah Perencanaan 1B KIPP di atas lahan seluas sekitar 15.501 meter persegi dengan konsep apartemen yang terintegrasi bersama fasilitas restoran, ritel, pusat kebugaran, dan area komersial.

Empat Menara Apartemen Ditargetkan Rampung Bertahap

Tahap awal pembangunan mencakup dua menara apartemen yang ditargetkan selesai pada akhir 2026, kemudian dilanjutkan pembangunan dua menara berikutnya dengan target rampung pada 2028.

Presiden Direktur PT Star Bright International Investment Lu Keming mengungkapkan, "Total empat menara dengan sekitar 680 unit, prospek di IKN cukup besar dan juga tertarik berinvestasi perhotelan dan pariwisata."

Pembangunan dimulai setelah proses pembersihan dan pematangan lahan selesai pada awal Juli 2026.

Lu Keming juga menyatakan perusahaannya aktif mempromosikan peluang investasi IKN kepada pelaku usaha di Tiongkok.

Ia mengungkapkan, "Kami berharap lebih banyak investor Tiongkok masuk ke IKN, karena ibu kota baru Indonesia punya potensi menjadi salah satu yang terindah di dunia."

Penulis :
Ahmad Yusuf