
Pantau - Dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr. Kasmiati bersama tim mengembangkan enam produk pangan fungsional berbasis rumput laut yang telah memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.
Enam produk berbasis rumput laut yang telah mengantongi izin BPOM tersebut meliputi mi rumput laut, cendol rumput laut, brownies rumput laut, muffin rumput laut, bakso rumput laut, dan nugget rumput laut.
Produk Diperkenalkan ke Masyarakat Sebelum Kantongi Izin BPOM
Kasmiati mengatakan produk-produk tersebut telah diperkenalkan kepada kelompok masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan sebelum didaftarkan ke BPOM.
Ia mengungkapkan, "Sebelum didaftarkan ke BPOM, produk-produk tersebut telah diperkenalkan kepada kelompok masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan sehingga mampu menjadi salah satu alternatif usaha berbasis sumber daya lokal di desa binaan Unhas."
Sertifikat izin edar BPOM diserahkan dalam kegiatan Akselerasi Kolaborasi Academia, Business, Government (ABG) yang diselenggarakan BPOM di Makassar pada 11 Juli 2026.
Menurut Kasmiati, rumput laut tidak hanya memiliki potensi sebagai komoditas ekspor, tetapi juga merupakan sumber pangan bergizi yang dapat diolah menjadi berbagai produk konsumsi.
Ia berharap hasil budidaya rumput laut tidak hanya dipasarkan sebagai bahan baku, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah yang membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir.
Kasmiati mengatakan, "Rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan. Kami terdorong mengembangkan berbagai produk pangan berbasis rumput laut yang memiliki nilai tambah lebih tinggi sekaligus memberikan manfaat kesehatan."
Penelitian Berlangsung Lima Tahun
Kasmiati menjelaskan penelitian pengembangan produk pangan berbasis rumput laut telah dilakukan selama lima tahun.
Tahapan penelitian meliputi karakterisasi bahan baku, optimasi formulasi, pengujian laboratorium, uji organoleptik, standardisasi proses produksi, pengujian umur simpan, hingga evaluasi keamanan pangan.
Ia mengungkapkan, "Penelitian ini juga melibatkan mahasiswa program sarjana melalui tugas akhir serta diimplementasikan dalam berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat di wilayah pesisir."
Menurut Kasmiati, tantangan terbesar dalam inovasi rumput laut adalah mempertahankan kandungan bioaktif tanpa mengorbankan cita rasa, tekstur, maupun penampilan produk agar tetap diterima konsumen.
Ia menambahkan keunggulan inovasi tersebut terletak pada formulasi yang menghasilkan pangan dengan kandungan gizi lebih baik tanpa menghilangkan karakteristik sensori yang disukai masyarakat.
Inovasi tersebut juga menghasilkan pangan fungsional yang mudah diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat maupun pelaku usaha.
- Penulis :
- Shila Glorya





