
Pantau - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Timur menggencarkan pelatihan bagi kader juru pemantau jentik (Jumantik) guna memperkuat pencegahan dan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pendekatan berbasis masyarakat.
Pelatihan Tingkatkan Kapasitas Kader Jumantik
Ketua PMI Kota Jakarta Timur Bambang Pangestu mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan kader dalam melakukan deteksi dini serta pengendalian DBD di lingkungan masing-masing.
Ia mengungkapkan, "Melalui kegiatan ini, PMI Kota Jakarta Timur berharap para kader jumantik, relawan, dan staf PMI mampu meningkatkan kapasitas dalam melakukan deteksi dini."
PMI Jakarta Timur menggelar pelatihan Pengendalian Kejadian Luar Biasa (KLB) dan Surveilans Berbasis Masyarakat (SBM) untuk dengue sebagai bagian dari implementasi Mosquito Borne Disease Prevention Program (MBDPP).
Peserta pelatihan terdiri atas kader Jumantik aktif, relawan, dan staf PMI Kota Jakarta Timur yang dipersiapkan menjadi penggerak edukasi serta surveilans di wilayah masing-masing.
Program tersebut juga menjadi bagian dari kerja sama PMI dengan berbagai mitra untuk memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap penyakit tular vektor, khususnya di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung yang memiliki risiko tinggi penyebaran DBD.
Bambang menjelaskan, "Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai konsep dasar Pengendalian KLB, SBM, pengendalian vektor, komunikasi risiko, hingga penyusunan rencana tindak lanjut di tingkat komunitas."
Fokus pada Edukasi dan Pencegahan Berbasis Komunitas
Proses pelatihan menggunakan metode partisipatif yang memadukan penyampaian materi, diskusi kelompok, studi kasus, simulasi, presentasi, serta evaluasi melalui tes sebelum dan sesudah pelatihan.
Bambang berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai strategi pencegahan dengue berbasis masyarakat.
Ia mengatakan, "Semoga peserta mendapatkan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemberantasan sarang nyamuk (PSN), serta memperkuat koordinasi dengan fasilitas kesehatan dan pemerintah setempat dalam menghadapi potensi KLB DBD."
Berdasarkan data PMI, jumlah kasus DBD di Jakarta Timur sejak Januari hingga pertengahan Juni 2026 mencapai 1.951 kasus.
Kasus terbanyak tercatat di Kecamatan Cakung sebanyak 360 kasus, sedangkan jumlah terendah berada di Kecamatan Makasar dengan 113 kasus.
- Penulis :
- Aditya Yohan





