
Pantau - Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menilai ledakan di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) TNI di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, harus menjadi momentum untuk memperkuat standar keselamatan, manajemen penyimpanan amunisi, serta evaluasi berkala terhadap sistem keamanan.
Amelia mengatakan pengelolaan aset pertahanan memerlukan standar keselamatan yang terus diperbarui seiring perkembangan teknologi dan kompleksitas ancaman.
Ia juga menyampaikan keprihatinan atas jatuhnya korban dalam insiden tersebut.
Ia mengungkapkan, "Saya optimistis TNI mampu menjadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk memperkuat budaya keselamatan kerja, meningkatkan manajemen risiko, dan memperkokoh profesionalisme sebagai institusi pertahanan yang dipercaya masyarakat."
Amelia meminta masyarakat memberikan ruang kepada aparat untuk bekerja dan tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
DPR Yakin TNI Tangani Insiden Secara Profesional
Amelia meyakini TNI akan menangani peristiwa tersebut secara profesional, mulai dari proses evakuasi, perawatan korban, hingga investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab ledakan.
Ia berharap seluruh personel yang terdampak segera pulih dan proses penyelidikan dapat diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia mengatakan, "Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran berharga untuk semakin memperkuat aspek keselamatan personel dan keamanan aset pertahanan nasional."
Satu Prajurit Meninggal Dunia dalam Ledakan
Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan ledakan di Gudang Pusat Munisi TNI di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, terjadi saat prajurit sedang melakukan perawatan dan pemeliharaan munisi.
Akibat insiden tersebut, satu prajurit meninggal dunia dan enam orang lainnya mengalami luka ringan hingga berat.
Donny mengungkapkan, "Seluruh korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat sekaligus dilaporkan secara prosedural dan berjenjang."
Saat ini, TNI masih menunggu hasil investigasi untuk mengetahui penyebab pasti ledakan di gudang munisi tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





