
Pantau - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyatakan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk skema evakuasi, bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di kawasan Timur Tengah apabila situasi keamanan semakin memburuk.
Langkah tersebut disiapkan menyusul meningkatnya eskalasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Koordinasi dengan Kemlu dan KBRI
Mukhtarudin mengatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara-negara terkait untuk memastikan setiap langkah penanganan berjalan sesuai prosedur diplomatik.
"Kita sedang koordinasi ya, koordinasi dengan pihak KBRI kepada dengan Kemlu karena ini melibatkan otoritas negara lain. Jadi semuanya harus sesuai prosedural sesuai dengan hubungan diplomatik kita," kata Mukhtarudin.
Selain Iran, pemerintah juga terus mencermati perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Mukhtarudin menyebut KBRI di Abu Dhabi dan wilayah sekitarnya telah mengeluarkan imbauan kepada warga negara Indonesia (WNI) agar meningkatkan kewaspadaan.
"Khususnya yang di Abu Dhabi dan sekitarnya sudah diberikan semacam pengumuman ya dari KBRI agar melakukan kewaspadaan dan menjaga segala kemungkinan," ucapnya.
Skema Evakuasi Disiapkan
Mukhtarudin menegaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif apabila situasi keamanan semakin memburuk, termasuk skenario evakuasi dalam skala besar terhadap WNI di kawasan Timur Tengah.
Skema tersebut juga mencakup perlindungan bagi para pekerja migran Indonesia yang berada di kawasan tersebut.
"Prinsipnya pemerintah sudah koordinasi dengan menyiapkan langkah-langkah antisipasi jika terjadi sesuatu yang luar biasa, yang harus melakukan evakuasi yang besar ataupun penanganan yang besar terhadap warga negara Indonesia yang ada di sana, termasuk juga pekerja migran yang ada di kawasan Timur Tengah," ucapnya.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat sejak Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan ofensif bersama terhadap Iran.
Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Pada bulan lalu, Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik dan mencapai perjanjian perdamaian jangka panjang.
Namun, dalam beberapa hari terakhir ketegangan kembali meningkat akibat perselisihan terkait Selat Hormuz yang memicu aksi saling serang antara kedua pihak.
- Penulis :
- Shila Glorya





