HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Pontianak Perluas Program Eco Enzyme untuk Perbaiki Kualitas Air Kota

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemkot Pontianak Perluas Program Eco Enzyme untuk Perbaiki Kualitas Air Kota
Foto: Foto: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau progres pengerjaan barau di parit Sungai Jawi belum lama ini. (Sumber: Prokopim Pontianak)

Pantau - Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Lingkungan Hidup memperluas program penaburan eco enzyme ke sejumlah kawasan setelah hasil uji laboratorium menunjukkan adanya perbaikan kualitas air di lokasi yang sebelumnya menjadi sasaran program tersebut.

Hasil Evaluasi Program Eco Enzyme

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak Syarif Usmulyono mengatakan program penaburan eco enzyme akan dikembangkan menjadi gerakan massal yang melibatkan sekolah, pelaku usaha, dan masyarakat di setiap kecamatan.

Syarif mengatakan, "Berdasarkan hasil yang kami peroleh, penaburan eco enzyme ini berhasil mengurangi tingkat polutan di badan air. Kadar oksigen meningkat sehingga ikan bisa hidup, bakteri dan nitrat berkurang, lumpur juga menurun, bahkan logam berat tidak lagi terdeteksi."

Hasil evaluasi tersebut berasal dari penaburan eco enzyme di Jalan Alianyang dan Jalan Pangeran Natakusumah yang menunjukkan penurunan tingkat pencemaran pada badan air.

Pemkot Pontianak selanjutnya akan melanjutkan program tersebut ke kawasan Parit Tokaya serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat untuk menjaga kualitas lingkungan.

Syarif mengatakan, "Pak Wali Kota memerintahkan agar setelah kegiatan ini kita lanjutkan ke Parit Tokaya. Kami akan berkonsolidasi dengan guru, sekolah, pelaku usaha, hingga pedagang agar bersama-sama menjaga kualitas lingkungan di kawasan tersebut."

Dorong Masyarakat Produksi Eco Enzyme Mandiri

Dinas Lingkungan Hidup Pontianak juga mendorong masyarakat memproduksi eco enzyme secara mandiri dengan memanfaatkan limbah organik rumah tangga.

Pembuatan eco enzyme dilakukan menggunakan satu liter molase atau gula merah, tiga kilogram kulit buah, dan sepuluh liter air hujan yang difermentasi selama tiga bulan.

Pemanfaatan limbah organik menjadi eco enzyme dinilai dapat mengurangi volume sampah rumah tangga, membantu meningkatkan kualitas air saluran drainase, serta mendukung perbaikan kualitas badan air perkotaan.

Syarif mengatakan, "Ini harus menjadi gerakan massal dan berkelanjutan. Kami mengajak seluruh masyarakat mengolah kulit buah menjadi eco enzyme, kemudian menaburkannya di saluran air di depan rumah sebagai langkah sederhana menjaga lingkungan."

Pemkot Pontianak berharap partisipasi masyarakat dalam program tersebut dapat membantu mengendalikan pencemaran lingkungan dan mewujudkan kualitas air yang lebih baik di berbagai wilayah kota.

Penulis :
Shila Glorya