HOME  ⁄  Nasional

Kemenkes Dorong Saka Bakti Husada Cegah Perundungan Siber di Kalangan Remaja

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kemenkes Dorong Saka Bakti Husada Cegah Perundungan Siber di Kalangan Remaja
Foto: Foto: Anggota pramuka beraktivitas. (Sumber: Kemenkes)

Pantau - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut Saka Bakti Husada (SBH) sebagai mitra strategis dalam mencegah perundungan siber atau cyberbullying melalui pendampingan kader muda dan edukasi penggunaan internet yang sehat di masyarakat.

SBH Perkuat Literasi Digital dan Kesehatan Jiwa Remaja

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi mengatakan peringatan hari ulang tahun SBH menjadi momentum untuk menegaskan peran generasi muda dalam membangun masyarakat yang sehat, aman, dan bebas dari kekerasan.

"Momentum ulang tahun SBH tahun ini semakin relevan ketika dikaitkan dengan kolaborasi lintas sektor yang sedang digalakkan pemerintah, seperti aplikasi Digital Addiction Response Assistant (DARA) dari Kominfo dan layanan SatuSehat Mobile dari Kemenkes," kata Imran.

Menurut Imran, SBH dapat menjadi penghubung antara remaja dengan layanan tersebut sekaligus memperkuat literasi digital dan kesehatan jiwa di tingkat komunitas.

Pada era digital, anak-anak dan remaja menghadapi berbagai risiko, seperti adiksi gawai, tekanan media sosial, meningkatnya kasus kekerasan berbasis gender, serta perundungan daring.

Data terbaru menunjukkan hampir 35 persen remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir, sementara sekitar 28 persen pengguna internet aktif bermain game online setiap hari.

Kondisi tersebut membuat kesehatan jiwa remaja menjadi isu yang perlu mendapat perhatian melalui pendekatan komunitas.

SBH Siapkan Kader Muda Pelopor Hidup Sehat

SBH merupakan wadah yang menghubungkan gerakan pramuka dengan bidang kesehatan untuk mendukung pembangunan kesehatan nasional.

" Dengan semangat pramuka dan jiwa bakti kesehatan, SBH menegaskan bahwa perlindungan perempuan dan anak, serta kesehatan jiwa remaja di era digital adalah tanggung jawab bersama," ungkap Imran.

SBH dibentuk oleh Kementerian Kesehatan bersama Gerakan Pramuka pada 1985 sebagai wadah pendidikan dan pengabdian bagi Pramuka Penegak dan Pandega yang memiliki minat di bidang kesehatan.

Tujuan utama SBH adalah menyiapkan kader muda yang mampu menjadi pelopor hidup sehat sekaligus agen perubahan di masyarakat.

"Tujuannya sederhana namun visioner, menyiapkan kader muda yang mampu menjadi pelopor hidup sehat, sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat," ujar Imran.

Saat ini jumlah anggota SBH secara nasional mencapai sekitar 57.514 orang yang tersebar di 2.147 pangkalan pada puskesmas dan unit pelaksana teknis (UPT) Kemenkes di 30 provinsi.

Imran menegaskan hari ulang tahun SBH bukan hanya menjadi perayaan usia organisasi, tetapi juga penguatan komitmen untuk menciptakan lingkungan aman bagi anak dan remaja.

"Hari ulang tahun SBH bukan sekadar perayaan usia, melainkan perayaan komitmen. Komitmen untuk menolak segala bentuk kekerasan, komitmen untuk mendampingi remaja agar bebas dari adiksi digital, dan komitmen untuk menanamkan nilai kesehatan, empati, serta keadilan sosial dalam setiap langkah," katanya.

Kemenkes berharap SBH dapat terus berkembang sebagai gerakan moral yang memastikan anak dan remaja Indonesia tumbuh dalam lingkungan yang aman, mendukung, dan penuh kepedulian.

Penulis :
Shila Glorya