HOME  ⁄  Nasional

Kontribusi Sektor Hulu Migas Dinilai Penting untuk Mewujudkan Kedaulatan Energi Nasional

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kontribusi Sektor Hulu Migas Dinilai Penting untuk Mewujudkan Kedaulatan Energi Nasional
Foto: Tim BPMA bersama Polda Aceh saat melakukan monev penguatan pengamanan objek vital nasional (obvitnas) sektor energi hulu migas wilayah kerja (WK) B yang dikelola PT Pema Global Energi (PGE), di Aceh Utara, Jumat (10/7/2026).

Pantau - Upaya mewujudkan kedaulatan energi nasional dinilai membutuhkan kontribusi seluruh pemangku kepentingan, termasuk sektor hulu minyak dan gas bumi (migas), seiring target pemerintah mencapai kemandirian energi dalam lima tahun ke depan.

Pemerintah Dorong Kemandirian Energi

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa peluncuran mandatori biodiesel B50 merupakan bukti nyata kedaulatan bangsa di sektor energi.

Ia mengungkapkan, "Program tersebut bukan sekadar pencapaian teknologi, melainkan bukti nyata kedaulatan bangsa di sektor energi."

Menurut pemerintah, implementasi B50 menunjukkan Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat sesuai amanat Pasal 33 ayat (3) UUD 1945.

Pemerintah juga menargetkan Indonesia mampu mencapai kemandirian energi dalam lima tahun melalui peta jalan yang terukur.

Hulu Migas Perkuat Ketahanan Energi

PT Pertamina (Persero) bersama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) disebut memegang peran penting dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional di tengah tantangan penurunan alamiah produksi di sejumlah lapangan migas.

Upaya tersebut dilakukan melalui eksplorasi, pengembangan lapangan baru, optimalisasi lapangan eksisting, serta penerapan teknologi yang lebih efisien.

Berdasarkan keterangan Corporate Secretary PHE Hermansyah Y. Nasroen, "Selama 19 tahun perjalanannya, perusahaan tersebut terus berkomitmen untuk menjadi perusahaan hulu migas yang berada di garis terdepan dalam mewujudkan kedaulatan energi nasional."

Saat ini, PHE berkontribusi sekitar 65 persen terhadap produksi minyak nasional dan 37 persen terhadap produksi gas nasional.

Perusahaan tersebut juga mengoperasikan sekitar 27 persen blok migas di Indonesia.

Penulis :
Gerry Eka