
Pantau - Pemerintah Kabupaten Subang, Jawa Barat, menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian berupa pompa air kepada petani untuk mengatasi kekeringan yang melanda areal persawahan di wilayah utara Subang selama musim kemarau 2026.
Petani Hadapi Kekurangan Air di Musim Kemarau
Areal persawahan di sejumlah wilayah utara Kabupaten Subang mengalami kekeringan akibat musim kemarau sehingga petani kesulitan memperoleh pasokan air untuk tanaman padi.
Seorang petani di Kecamatan Blanakan, Juna, mengungkapkan, "Sekarang ini sebenarnya lagi banyak-banyaknya butuh air karena umur padi baru sekitar 20 hari."
Ia menjelaskan tanaman padi di wilayahnya telah memasuki usia sekitar 25 hari sehingga membutuhkan pasokan air yang cukup agar tidak mengalami gagal panen.
Para petani juga bergotong royong melakukan normalisasi saluran irigasi yang mengalami pendangkalan agar aliran air dapat kembali mengairi ribuan hektare lahan persawahan.
Juna mengatakan, "Kami terus berupaya agar air bisa masuk ke areal sawah yang sudah ditanami padi."
Pemkab Siapkan Pompa Air dan Rencana Pembangunan Embung
Sebagai langkah penanganan kekeringan, Pemerintah Kabupaten Subang telah menyalurkan ratusan pompa air kepada kelompok tani di sejumlah wilayah terdampak.
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita sebelumnya menyatakan pemerintah daerah terus mengantisipasi dampak kekeringan agar produksi pertanian tetap terjaga melalui penyaluran alat dan mesin pertanian.
Bantuan pompa air telah diberikan kepada sejumlah kelompok tani, di antaranya Kelompok Tani Layungsari di Desa Citrajaya, Kelompok Tani Sukardi di Desa Kediri, dan Gapoktan Harapan Tani Jaya di Desa Binong.
Selain menyalurkan bantuan pompa air, Pemerintah Kabupaten Subang juga berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian terkait rencana pembangunan tiga embung di wilayah utara Subang untuk mengurangi risiko kekeringan pada areal persawahan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





