HOME  ⁄  Nasional

Banyumas Masuk Status Awas Kekeringan, BPBD Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Banyumas Masuk Status Awas Kekeringan, BPBD Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla
Foto: (Sumber :Petugas BPBD Kabupaten Banyumas menangani kebakaran lahan di Desa Karanganyar, Kecamatan Patikraja, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (3/9/2026). ANTARA/HO-BPBD Banyumas.)

Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah wilayah tersebut masuk status awas atau merah potensi kekeringan meteorologis pada Dasarian I September 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Dwi Irawan Sukma mengatakan kondisi lingkungan yang semakin kering harus diantisipasi karena dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan, lahan, hingga permukiman.

"Berdasarkan data, di Banyumas tercatat sebanyak 28 kejadian karhutla dengan total luasan yang terbakar 24,868 hektare, terakhir terjadi di Desa Karanganyar, Kecamatan Patikraja, pada Kamis (3/9), pada lahan seluas satu hektare," katanya di Purwokerto, Sabtu (5/9/2026).

BPBD Minta Warga Hindari Aktivitas Pemicu Api

BPBD Banyumas melakukan penanganan karhutla melalui upaya pemadaman sekaligus memperkuat pencegahan dan mitigasi untuk menekan munculnya sumber api selama musim kering.

Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah tanpa pengawasan, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

"Langkah tersebut penting dilakukan karena sumber api yang kecil sekalipun dapat berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas ketika kondisi lingkungan dalam keadaan kering," katanya.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan setiap titik api atau kejadian kebakaran agar petugas dapat melakukan penanganan sejak dini.

"Kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla, terutama pada kondisi kekeringan. Pencegahan harus dilakukan bersama agar potensi kebakaran tidak berkembang dan meluas," katanya.

Warga Diminta Hemat Air Bersih

BPBD turut mengingatkan masyarakat menghemat penggunaan air karena Banyumas berada dalam status awas potensi kekeringan meteorologis pada periode 1-10 September 2026.

Masyarakat diminta menggunakan air bersih secara efisien dengan memprioritaskan kebutuhan domestik sehari-hari.

"Sementara pada sektor pertanian, kami harapkan masyarakat menghemat dan mengatur distribusi air untuk lahan pertanian," katanya.

Dwi mengatakan kewaspadaan terhadap karhutla harus berjalan bersamaan dengan langkah antisipasi terhadap berbagai dampak kekeringan lainnya.

"Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan selama periode kekeringan dengan menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan api dan segera melaporkan kejadian kebakaran untuk mempercepat penanganan di lapangan," kata Dwi.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026