
Pantau - Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono mendorong perusahaan di Jambi terlibat dalam pembangunan sekat kanal dan penyaluran air dari Sungai Batang Hari untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan, khususnya di kawasan gambut.
Diaz menyampaikan hal tersebut setelah meninjau penanganan karhutla di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, pada Jumat (4/9/2026).
Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup tersebut mengapresiasi kolaborasi PT Wirakarya Sakti (WKS), Masyarakat Peduli Api, BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat dalam menangani kebakaran.
"Saya lihat tadi best practice yang dilakukan oleh PT WKS di Desa Parit Culum, mereka mengambil air dari Sungai Batang Hari lalu estafet sepanjang 11 km dengan beberapa pompa yang dibawa ke sekat kanal di daerah yang ada titik kebakaran," jelas Wamen Diaz.
Air Sungai Dialirkan hingga 11 Kilometer
Lahan gambut yang terbakar di Desa Parit Culum I membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar untuk memastikan api dan bara di bawah permukaan dapat dipadamkan.
Tim menggunakan sekat kanal untuk mempertahankan ketersediaan air dengan mengalirkan air Sungai Batang Hari menuju lokasi kebakaran melalui sistem pompa secara estafet sepanjang 11 kilometer.
Proses tersebut membutuhkan waktu sekitar enam hingga tujuh hari hingga air mencapai kawasan kebakaran dan pemompaan masih terus berlangsung.
Titik kebakaran di Desa Parit Culum I pertama kali teridentifikasi di luar wilayah konsesi pada 27 Agustus 2026 dan langsung ditangani pada hari yang sama.
Pemadaman api di permukaan membutuhkan waktu sekitar empat hari, sedangkan pembasahan lapisan gambut masih dilanjutkan menggunakan sambunesia atau alat semprot pemadaman.
Metode tersebut digunakan untuk menjangkau lapisan gambut yang lebih dalam dan sulit ditangani menggunakan metode pemadaman dari udara seperti water bombing.
Perusahaan Diminta Ikut Tangani Karhutla
Setelah meninjau lokasi, Diaz mengumpulkan sejumlah perusahaan yang berada di sekitar titik panas untuk berkoordinasi mengenai pengendalian karhutla.
Diaz meminta perusahaan turut membantu pembangunan sekat kanal sekaligus mendukung distribusi air dari Sungai Batang Hari menuju kawasan terdampak.
"Saya minta beberapa perusahaan di Jambi untuk ikut membantu bangun sekat kenal dan membantu transfer air dari sungai (Batang Hari), kita sudah ada best practice-nya, semoga dengan ini, kebakaran lahan gambut bisa diselesaikan," demikian Diaz Hendropriyono.
Kolaborasi pemerintah, perusahaan, aparat, dan masyarakat tersebut diharapkan dapat mempercepat pemadaman sekaligus memastikan bara yang tersimpan di lapisan gambut tidak kembali memicu kebakaran.
- Penulis :
- Aditya Yohan




