HOME  ⁄  Nasional

Mahasiswa Tawarkan Solusi Pengendalian Polusi Udara, Tim PKN STAN Raih Juara Pertama

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Mahasiswa Tawarkan Solusi Pengendalian Polusi Udara, Tim PKN STAN Raih Juara Pertama
Foto: (Sumber :Tim dari Politeknik Keuangan Negara STAN memparkan policy brief terkait polusi udara dalam kompetisi Biru Voices: Clean Air Policy Competition 2026 di Gedung Grha Ali Sadikin, Kompleks Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, pada Kamis (3/9/2026) ANTARA/HO-Bicara Udara.)

Pantau - Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menawarkan rekomendasi kebijakan untuk mengatasi polusi udara perkotaan melalui kompetisi Biru Voices: Clean Air Policy Competition 2026 yang digelar di Gedung Grha Ali Sadikin, Kompleks Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Sebanyak 10 tim memaparkan rekomendasi kebijakan yang diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam memperkuat pengendalian pencemaran udara.

Akademisi Universitas Indonesia sekaligus mantan Juru Bicara Presiden SBY periode 2009–2014, Julian Aldrin Pasha, menilai kompetisi tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda sebagai Clean Air Advocates.

“Yang kita saksikan hari ini di sini adalah satu penampilan yang luar biasa, saya kira, dari gabungan bagaimana ide itu bisa dipresentasikan di dalam satu presentasi yang utuh yang melibatkan semua. Seperti yang kita ketahui, kompetisi hari ini kan itu melibatkan beberapa komponen dan itu memang sangat baik untuk memperlihatkan bagaimana public concerns coba diangkat dan coba untuk dijelaskan dan dicarikan solusinya dalam bentuk policy brief,” ujar Julian.

Mahasiswa Dorong Kebijakan Berbasis Analisis

Para finalis memaparkan gagasan di hadapan dewan juri yang berasal dari unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, lembaga riset, dan yayasan.

Dewan juri antara lain Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DKI Jakarta Marulina Dewi, Deputy Head of Standing Committee for Tech and Digital KADIN Dara Nasution, Julian Aldrin Pasha, Research Fellow Georgetown SFS Asia Pacific sekaligus Direktur Eksekutif Jakarta Property Institute Wendy Haryanto, serta Direktur Yayasan Bakti Barito Dian A. Purbasari.

Dian mengapresiasi pendekatan kompetisi yang mendorong mahasiswa menyusun solusi berdasarkan analisis konkret terhadap persoalan pencemaran udara.

“Pendekatan analitis para mahasiswa dalam merumuskan rekomendasi kebijakan yang konkret membuktikan bahwa generasi muda kita bukan sekadar pengamat, melainkan inovator yang siap memberikan kontribusi nyata bagi masa depan udara bersih di Indonesia.” ujar Dian.

Tim PKN STAN Usung Insentif dan Disinsentif Fiskal

Tim Duarr dari Politeknik Keuangan Negara STAN berhasil meraih Juara 1 melalui gagasan bertajuk “Dual Track Decarbonization: Menata Insentif dan Disinsentif Pengendalian Polusi Udara di Jabodetabek”.

Tim tersebut menyoroti pengendalian polusi udara yang dinilai masih bertumpu pada regulasi tanpa dukungan insentif dan mekanisme pembiayaan yang memadai.

Solusi yang ditawarkan berupa kombinasi insentif dan disinsentif fiskal untuk memperkuat pengendalian emisi di wilayah Jabodetabek.

Tim APPA dari Institut Teknologi Bandung meraih Juara 2 melalui rekomendasi bertajuk “Pengendalian Emisi Industri Berbasis Data dan Penataan Ruang di Cekungan Bandung”.

Gagasan Tim APPA berfokus pada persoalan penumpukan polutan di Cekungan Bandung, termasuk emisi industri yang dapat terperangkap akibat kondisi topografi wilayah tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026