
Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) siap membangun dan mengoperasikan 17 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di berbagai kabupaten dan kota pada 2026 dengan menyiapkan kelas transisi selama proses pembangunan gedung berlangsung.
Kelas Transisi Disiapkan untuk 17 SNT
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan kelas transisi akan memanfaatkan fasilitas Unit Pelaksana Teknis (UPT), Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), maupun ruang belajar yang disediakan pemerintah daerah.
Ia mengungkapkan, “Sebanyak 17 SNT yang akan beroperasi tahun 2026 telah disiapkan kelas transisi yang memadai, seperti di OIKN, UPT Kemendikdasmen, dan tempat belajar lainnya yang disediakan oleh pemerintah daerah.”
Sebanyak 17 SNT tersebut akan dibangun di Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Gowa, Kabupaten Bone Bolango, Kota Tidore Kepulauan, Ibu Kota Nusantara, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Jepara, Kota Subulussalam, Kota Tarakan, Kabupaten Donggala, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kupang, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Kemendikdasmen menargetkan pembangunan 37 SNT pada 2026, sementara 20 sekolah lainnya dijadwalkan mulai menerima murid baru pada tahun ajaran 2027/2028.
Target 500 SNT Hingga 2029
Abdul Mu'ti mengatakan pembangunan SNT merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan layanan pendidikan secara bertahap di 500 kabupaten dan kota hingga 2029.
Ia mengungkapkan, “SNT juga diselenggarakan mengikuti arahan Bapak Presiden yang sangat jelas, yang di dalamnya pemerintah menyiapkan 500 layanan SNT secara bertahap sampai dengan tahun 2029.”
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Kemendikdasmen menerima Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp9,12 triliun yang dicairkan dalam dua tahap.
Pencairan tahap pertama sebesar Rp204,5 miliar digunakan untuk pembangunan dan penyelenggaraan awal program SNT, sedangkan tahap kedua sebesar Rp8,9 triliun akan mendukung pelaksanaan lanjutan program prioritas tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





