HOME  ⁄  Nasional

Kudus Gelar Pertukaran Pelajar dan Guru untuk Perkecil Kesenjangan Sekolah Negeri dan Swasta

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kudus Gelar Pertukaran Pelajar dan Guru untuk Perkecil Kesenjangan Sekolah Negeri dan Swasta
Foto: (Sumber :Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat memasangkan rompi dalam upacara pelepasan peserta program pertukaran pelajar dan guru di halaman SMP 2 Jati Kudus, Jawa Tengah, Senin, (20/7/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif..)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kembali menggelar program pertukaran pelajar dan guru antarsekolah negeri dan swasta jenjang SD dan SMP guna meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mengurangi kesenjangan mutu antarsekolah.

Program Libatkan Ratusan Siswa dan Puluhan Guru

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris mengatakan program pertukaran memberikan kesempatan kepada siswa dan guru untuk memperoleh pengalaman belajar di lingkungan yang berbeda serta membangun kolaborasi dengan sekolah tujuan.

Ia mengungkapkan, "Melalui program pertukaran ini para siswa dan guru akan memperoleh pengalaman baru yang tidak didapatkan di sekolah asal. Selama mengikuti program, peserta akan menjalani proses belajar mengajar secara penuh di sekolah tujuan serta berinteraksi dengan warga sekolah melalui berbagai kegiatan kolaboratif."

Menurut Sam'ani, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkecil kesenjangan kualitas antara sekolah favorit dan nonfavorit.

Ia mengungkapkan, "Tujuannya agar gap kualitas antarsekolah semakin kecil, sehingga perbedaannya tidak terlalu mencolok."

Pelaksanaan tahun ini berlangsung selama dua pekan mulai 27 Juli hingga 8 Agustus 2026 dengan melibatkan 290 siswa dari 53 SD dan SMP negeri maupun swasta.

Sebanyak 210 peserta berasal dari 33 SMP negeri dan swasta, sedangkan 80 peserta lainnya berasal dari 20 SD negeri dan swasta.

Program tersebut juga melibatkan 62 guru dari 31 SMP negeri dan swasta dalam kegiatan pertukaran mengajar.

Evaluasi Jadi Dasar Peningkatan Mutu Pendidikan

Sam'ani menjelaskan pelaksanaan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya karena durasi diperpanjang dari satu pekan menjadi dua pekan serta untuk pertama kalinya melibatkan para guru.

Ia berharap seluruh peserta, guru, dan kepala sekolah menyusun buku harian selama mengikuti program sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, infrastruktur, metode pembelajaran, dan kompetensi pendidik.

Siswa SMP Duta Aswaja, M. Kowiyul Amin, mengaku antusias mengikuti program pertukaran pelajar dan akan belajar di SMP Negeri 3 Bae selama dua pekan.

Siswi SD 1 Mlati Lor, Nabila, juga mengaku senang mengikuti program tersebut karena dapat memperoleh pengalaman baru sekaligus menambah teman.

Orang tua siswa SD 4 Loram Wetan, Siti Mukminah, menyatakan dukungannya terhadap program tersebut.

Ia mengungkapkan, "Saya mendukung program ini, karena bisa menambah pengalaman anak. Kami juga siap mengantar dan menjemput selama kegiatan berlangsung."

Penulis :
Aditya Yohan