
Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) jenjang SMP dan SMA pada 21-24 Juli 2026 dengan total kuota 80 calon murid di setiap sekolah pada tahun pertama pelaksanaannya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan Kemendikdasmen tidak bekerja sama dengan pihak mana pun yang menjanjikan kelulusan atau mengambil keuntungan dalam proses penerimaan murid baru SNT.
Ia mengungkapkan, "SPMB akan dimulai tanggal 21 Juli sampai 24 Juli 2026. Kami menegaskan tidak ada pihak yang dapat menjanjikan kelulusan atau mengambil keuntungan dari proses penerimaan murid di luar ketentuan resmi."
SPMB Hanya untuk Calon Murid dari Wilayah SNT
Kemendikdasmen menetapkan SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi hanya dapat diikuti oleh calon murid yang berasal dari wilayah yang sama dengan lokasi berdirinya SNT.
Sebagai contoh, apabila SNT berada di Kabupaten Kupang, maka hanya calon murid jenjang SMP dan SMA yang berdomisili di Kabupaten Kupang yang berhak mengikuti proses penerimaan.
Abdul Mu'ti menjelaskan, "SNT diperuntukkan bagi calon murid yang berasal dari lokasi tempat SNT berdiri. Misalnya, SNT di Kabupaten Kupang akan menerima calon murid dari berbagai wilayah yang masuk di dalam Kabupaten Kupang."
Calon murid baru SNT merupakan peserta didik yang memiliki kemampuan di atas rata-rata.
Tahapan SPMB SNT disusun oleh tim khusus di tingkat nasional dan bukan oleh pemerintah daerah.
Kuota Tahun Pertama Dibatasi
Pada tahun pertama pelaksanaan, Kemendikdasmen hanya menerima 40 calon murid jenjang SMP dan 40 calon murid jenjang SMA di setiap Sekolah Nasional Terintegrasi.
Setiap jenjang pendidikan membuka dua rombongan belajar dengan masing-masing rombongan belajar diisi oleh 20 murid.
Total kapasitas setiap Sekolah Nasional Terintegrasi pada tahun pertama mencapai 80 calon murid yang terdiri atas 40 murid jenjang SMP dan 40 murid jenjang SMA.
Abdul Mu'ti menjelaskan, “Jadi, jumlah siswa itu kami batasi untuk tahun pertama ini. Jenjang SMP akan ada dua rombongan belajar, masing-masing 20 murid. Kemudian jenjang SMA itu juga sama akan ada dua rombongan belajar, masing-masing 20 murid, sehingga total ada 80 calon murid di setiap SNT.”
- Penulis :
- Leon Weldrick





