HOME  ⁄  Nasional

Kemendikdasmen Siapkan Dua Skema SPMB untuk Menjaring 80 Murid Berprestasi di Sekolah Nasional Terintegrasi

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kemendikdasmen Siapkan Dua Skema SPMB untuk Menjaring 80 Murid Berprestasi di Sekolah Nasional Terintegrasi
Foto: Arsip foto - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat menghadiri acara di salah satu sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu 5/7/2026 (sumber: ANTARA/Agung Dwi Prakoso)

Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan dua skema Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk menjaring 80 calon murid berprestasi yang akan masuk ke Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), terdiri atas 40 murid jenjang SMP dan 40 murid jenjang SMA.

Pada tahun pertama penyelenggaraan, jenjang SMP hanya membuka dua rombongan belajar (rombel) atau kelas.

Jenjang SMA pada tahun pertama juga hanya membuka dua rombongan belajar (rombel) atau kelas.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa calon murid SNT merupakan murid yang memiliki kemampuan di atas rata-rata dan berasal dari berbagai kecamatan dalam kabupaten/kota penyelenggara SNT.

Tahapan SPMB SNT disusun oleh tim khusus di tingkat nasional karena seleksi dilakukan dalam skala nasional dan tidak dilaksanakan oleh pemerintah daerah.

Skema Seleksi Melalui Usulan Sekolah

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PAUD Dasmen PNFI) Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan provinsi terkait mekanisme pelaksanaan SPMB SNT.

Skema pertama dilakukan melalui usulan dari sekolah yang diawali dengan koordinasi antara Dinas Pendidikan dan kepala sekolah.

Kepala sekolah mengusulkan murid yang telah lolos melalui jalur prestasi akademik maupun non-akademik untuk dimasukkan ke dalam database SPMB SNT.

“Jadi teman-teman kabupaten/kota itu memiliki database SPMB ya, yang melalui jalur prestasi, baik prestasi akademik maupun non-akademik. Di ranking yang teratas nanti kita minta jika bersedia mereka bisa diusulkan. Jadi setiap sekolah nanti akan disebar database-nya,” ungkap Gogot Suharwoto.

Kemendikdasmen akan meminta lima murid terbaik dari setiap SMP dan SMA yang berada di dalam satu kabupaten untuk mengikuti proses seleksi berikutnya.

Setelah diusulkan, para calon murid akan menjalani seleksi administrasi dan Tes Skolastik.

“Nah, yang terbaik kita minta lima diusulkan dari setiap SMP yang ada di dalam satu kabupaten itu, maupun SMA yang ada di kabupaten itu,” tegas Gogot Suharwoto.

Jalur Undangan dan Pendidikan Berkelanjutan

Skema kedua SPMB SNT dilakukan melalui jalur undangan bagi murid berprestasi berdasarkan data dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di setiap kabupaten/kota penyelenggara SNT.

Murid yang diterima di jenjang SMP SNT akan langsung melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA SNT karena kurikulum dirancang secara berkelanjutan.

Sistem tersebut diharapkan memungkinkan perkembangan peserta didik dipantau secara utuh selama menempuh pendidikan.

Apabila terdapat kursi kosong saat memasuki jenjang SMA, Kemendikdasmen akan membuka seleksi untuk mengisi kekurangan tersebut.

“Anak yang masuk SMP nanti otomatis akan dilanjutkan ke SMA, karena kurikulumnya didesain berkelanjutan dan harapannya bisa kita pantau perkembangannya utuh. Kecuali pada saatnya ada yang kosong pada saat masuk SMA, kita akan buka kekurangan yang harus diisi di setiap tingkatan yang kosong,” ujar Gogot Suharwoto.

Penulis :
Arian Mesa