HOME  ⁄  Nasional

BPBD Kalimantan Selatan Optimalkan Helikopter Water Bombing untuk Percepat Penanganan Karhutla

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BPBD Kalimantan Selatan Optimalkan Helikopter Water Bombing untuk Percepat Penanganan Karhutla
Foto: (Sumber :BPBD Kalsel mengoptimalkan helikopter water bombing untuk menangani karhutla. ANTARA/HO-Medcen Kalsel.)

Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Selatan mengoptimalkan helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan, terutama di titik-titik api yang sulit dijangkau oleh tim darat.

Operasi Udara Diperkuat Bersama OMC

Kepala BPBD Kalimantan Selatan Ronny Eka Saputra mengatakan operasi udara dijalankan bersamaan dengan Operasi Modifikasi Cuaca sebagai bagian dari strategi penanganan karhutla.

"Operasi udara menjadi bagian penting dalam strategi penanganan karhutla, terutama untuk lokasi yang memiliki akses terbatas," ungkap Ronny.

BPBD Kalimantan Selatan saat ini mendapat dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana berupa tiga unit helikopter water bombing dan satu unit helikopter patroli udara.

“Alhamdulillah, beberapa titik api yang sulit dijangkau oleh tim darat berhasil dipadamkan melalui operasi helikopter water bombing yang merupakan bantuan dari BNPB,” katanya.

Fokus Lindungi Kawasan Bandara

Ronny menjelaskan operasional helikopter direncanakan berlangsung selama masa status siaga darurat karhutla hingga 31 Oktober 2026.

“Kita menetapkan status sampai dengan 31 Oktober. Harapan kami sebelum tanggal tersebut kondisi sudah terkendali sehingga helikopter water bombing tidak lagi diperlukan karena seluruh titik api telah berhasil dipadamkan,” ujarnya.

BPBD Kalimantan Selatan juga berencana menambah satu unit helikopter water bombing untuk memperkuat penanganan kebakaran di wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat.

“Ada rencana penambahan satu unit helikopter water bombing lagi untuk memperkuat penanganan karhutla, khususnya di daerah-daerah yang tidak dapat dijangkau melalui jalur darat,” katanya.

Ronny menegaskan prioritas utama penanganan saat ini difokuskan pada Zona 1 di kawasan sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor guna mencegah asap mengganggu aktivitas penerbangan.

“Prioritas utama kita adalah Zona 1, yaitu kawasan sekitar bandara. Kami berupaya menghindari adanya gangguan terhadap penerbangan akibat kebakaran hutan dan lahan,” ungkap Ronny.

Penulis :
Ahmad Yusuf