HOME  ⁄  Nasional

Kemenhub dan China Berkolaborasi Mengembangkan Bandara Maleo untuk Perkuat Konektivitas Morowali

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenhub dan China Berkolaborasi Mengembangkan Bandara Maleo untuk Perkuat Konektivitas Morowali
Foto: (Sumber :Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (ketiga kiri) dalam penandatangan Naskah Perjanjian Hibah dan Berita Acara Serah Terima pembangunan serta pengembangan Bandar Udara Maleo dari PT Zhenshi Indonesia Industrial Park kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI di Jakarta, Selasa (21/7/2026). ANTARA/HO-Kemenhub.)

Pantau - Kementerian Perhubungan bersama China menjalin kerja sama pengembangan Bandar Udara Maleo di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, guna memperkuat konektivitas udara, mendukung kawasan industri, dan meningkatkan mobilitas masyarakat.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah dan Berita Acara Serah Terima pembangunan serta pengembangan Bandar Udara Maleo dari PT Zhenshi Indonesia Industrial Park kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, "Atas nama Pemerintah Republik Indonesia, saya menyampaikan apresiasi kepada Republik Rakyat Tiongkok dan PT Zhenshi Indonesia Industrial Park atas dukungan yang telah diberikan bagi pembangunan dan pengembangan Bandar Udara Maleo."

Ia mengatakan, "Hari ini kita tidak hanya menyaksikan penyelesaian sebuah proyek infrastruktur, tetapi juga wujud nyata dari kemitraan yang memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat."

Pengembangan Bandara Dukung Kawasan Industri

Dudy menegaskan pengembangan Bandar Udara Maleo merupakan bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan infrastruktur transportasi udara yang mampu mengikuti pertumbuhan kawasan industri Morowali.

Menurutnya, keberadaan bandara yang semakin andal diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat, pelaku usaha, tenaga kerja, serta distribusi logistik sehingga meningkatkan daya saing wilayah.

Ia mengatakan, “Ke depan kami berkomitmen membangun sektor penerbangan yang selamat, aman, nyaman, dan berkelanjutan serta menyambut setiap kemitraan yang mendukung peningkatan kualitas dan keandalan layanan penerbangan nasional."

Fasilitas Bandara Akan Terus Ditingkatkan

Pengembangan Bandar Udara Maleo meliputi penataan runway strip dan Runway End Safety Area (RESA), perbaikan tanah menggunakan metode CFG Pile, perpanjangan landas pacu sepanjang 300 meter dengan lebar 30 meter, pembangunan turning area, pemasangan pagar sisi udara, serta penyempurnaan marka landasan.

Seluruh pekerjaan mencakup area seluas 54.011,95 meter persegi dengan nilai hibah mencapai Rp177,99 miliar.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan melanjutkan peningkatan fasilitas melalui penguatan perkerasan landas pacu, pelebaran apron, serta penyediaan fasilitas navigasi dan visual aid agar bandara dapat melayani pesawat berkapasitas lebih besar dengan tetap memenuhi standar keselamatan dan keamanan penerbangan.

Dudy menambahkan kerja sama Indonesia dan China di sektor penerbangan terus berkembang, termasuk melalui penyelenggaraan 17th ASEAN-China Working Group on Regional Air Services Arrangements (ACWG-RASA) di Yogyakarta pada 7–9 Juli 2026.

Indonesia juga mengharapkan dukungan China terhadap pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan ICAO (ICAO Council) sebagai bagian dari kontribusi bagi kemajuan penerbangan sipil internasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf