
Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan dampak kekeringan yang menyebabkan berkurangnya pasokan air bersih di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, telah meluas dan memengaruhi sedikitnya 16.291 kepala keluarga atau 52.602 jiwa sejak awal Juli 2026.
BPBD Intensif Salurkan Bantuan Air Bersih
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor terus mendistribusikan air bersih secara berkala untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Ia mengungkapkan, "Petugas BPBD di lapangan terus bergerak menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa yang mengalami krisis pasokan air akibat musim kemarau."
Abdul Muhari menjelaskan armada tangki air bersih terbaru dikerahkan ke sejumlah permukiman di tiga kecamatan yang mengalami penurunan debit air secara signifikan.
BNPB mencatat bantuan sebanyak 4.000 liter air bersih telah disalurkan ke Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup.
Sebanyak 2.500 liter air bersih juga didistribusikan ke Desa Gadog, Kecamatan Megamendung.
Selain itu, BPBD mengirimkan 5.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga di Desa Sukajaya, Kecamatan Sukajaya.
BNPB Terus Pantau Ancaman Kekeringan
BNPB memastikan ancaman kekeringan akibat puncak musim kemarau di wilayah Jawa Barat terus dipantau oleh tim Direktorat Pengendalian Operasi BNPB.
Lembaga tersebut juga terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bogor untuk memastikan ketersediaan armada distribusi air bersih dan pasokan air layak konsumsi bagi masyarakat tetap terjamin.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





