
Pantau - Kepala Badan Keahlian (BK) DPR RI Bayu Dwi Anggono mengajak mahasiswa mengasah soft skill dan menjaga integritas sebagai bekal menghadapi perubahan dunia kerja akibat perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) saat membuka acara PA3KN bertema Enhancing Knowledge Through Institutional Visit bersama mahasiswa Universitas Bhayangkara Jaya di Ruang Command Center, Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (22/7/2026).
Mahasiswa Diminta Siap Menghadapi Perubahan Dunia Kerja
Bayu mengatakan mahasiswa tidak cukup hanya menyelesaikan pendidikan tinggi dengan nilai akademik yang baik untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang.
Ia mengungkapkan, "Kuliah di kampus saja tidak cukup. Menyelesaikan semua SKS tidak cukup. Mahasiswa juga harus mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah."
Bayu menjelaskan perkembangan AI menghadirkan tantangan sekaligus peluang sehingga mahasiswa perlu terus mengembangkan kompetensi di luar bidang akademik dengan mengenali keterampilan yang dibutuhkan pada masa mendatang.
Ia menegaskan, "Di dunia profesional, masalah datang setiap hari. Yang dibutuhkan adalah orang yang mampu mengidentifikasi masalah dan mampu menyelesaikan masalah."
Bayu juga mengingatkan pentingnya kemampuan beradaptasi terhadap perubahan karena perkembangan teknologi akan terus mengubah pola kerja di berbagai sektor.
Ia mengatakan, "Siapa yang tidak bisa adaptasi, maka dia akan punah."
Integritas Menjadi Fondasi Membangun Karier
Bayu menekankan etika dan integritas merupakan fondasi utama dalam membangun karier karena kemampuan yang tinggi tidak akan berarti tanpa sikap jujur dan dapat dipercaya.
Ia mengungkapkan, "Sekali teman-teman kehilangan integritas, selesai. Integritas itu modal dasar agar bisa bertahan dalam dunia kerja."
Di akhir pembekalan, Bayu mendorong mahasiswa aktif mencari pengalaman di luar ruang kelas melalui diskusi, magang, maupun kunjungan ke DPR RI agar memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai dinamika dunia kerja dan berbagai persoalan di masyarakat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





