
Pantau - Indonesia mendorong penguatan kerja sama antarnegara ASEAN di bidang ekonomi, pemberdayaan perempuan, dan kepemudaan untuk menghadapi tantangan transformasi ekonomi, digitalisasi, serta pembangunan berkelanjutan dalam Sidang Pleno Pertama Pertemuan Ke-17 Kaukus Majelis Antar-Parlemen se-ASEAN (AIPA Caucus) di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Indonesia Perkuat Integrasi Ekonomi Kawasan
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI sekaligus Ketua Delegasi Indonesia Irine Yusiana Roba Putri mengatakan berbagai resolusi AIPA telah diintegrasikan ke dalam agenda transformasi ekonomi nasional melalui Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.
Ia mengungkapkan, "Indonesia telah memperkuat kepastian hukum bagi investasi, memperluas dukungan terhadap UMKM dan industri kreatif, menerapkan mekanisme penetapan harga karbon (carbon pricing), mempercepat transisi energi, serta mendorong pengembangan ekonomi digital."
Irine menjelaskan Indonesia juga terus mendukung integrasi ekonomi kawasan melalui implementasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA), modernisasi sistem kepabeanan, dan penguatan ASEAN Single Window.
Menurutnya, kerja sama regional masih perlu diperkuat melalui harmonisasi mekanisme pasar karbon, tata kelola digital lintas negara, peningkatan konektivitas energi kawasan, serta pengawasan parlemen terhadap berbagai inisiatif ekonomi ASEAN.
Perempuan dan Generasi Muda Jadi Prioritas
Irine mengatakan Indonesia turut memperkuat pemberdayaan perempuan melalui implementasi Konvensi CEDAW, Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi, Undang-Undang tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak, serta Undang-Undang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga.
Ia menjelaskan, "Indonesia, di tahun 2026, juga telah mengesahkan Undang-Undang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga serta meluncurkan Peta Jalan Ekonomi Perawatan (Care Economy Roadmap) 2025–2045, sebagai bentuk pengakuan bahwa pekerjaan perawatan merupakan salah satu pilar penting pembangunan yang inklusif."
Irine menambahkan Indonesia juga mendorong penguatan peran generasi muda melalui Undang-Undang Kepemudaan, pengembangan kepemimpinan pemuda, Visi Indonesia Digital 2045, inisiatif etika kecerdasan artifisial, dan program kewirausahaan.
Ia menegaskan, "Indonesia meyakini bahwa investasi terhadap kepemimpinan generasi muda pada hari ini akan menjadi fondasi bagi ASEAN yang lebih kuat, tangguh, dan berdaya saing di masa depan."
- Penulis :
- Aditya Yohan





