
Pantau - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai transformasi badan usaha milik negara (BUMN) melalui restrukturisasi dan perampingan dapat memperkuat kinerja perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap negara.
Restrukturisasi Dinilai Perbaiki Kesehatan BUMN
Esther mengatakan restrukturisasi memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan BUMN, termasuk membantu menyelesaikan persoalan utang dan memperkuat neraca keuangan perusahaan.
Ia mengungkapkan, "BUMN yang sehat mampu memberikan dividen yang lebih optimal dan mendukung pendanaan proyek strategis nasional."
Menurut Esther, langkah merger maupun pembentukan holding BUMN juga dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing melalui pengurangan fungsi yang tumpang tindih.
Ia menilai struktur perusahaan yang lebih ramping akan membuat BUMN lebih adaptif dalam menghadapi persaingan di pasar global.
Transformasi tersebut juga dinilai mampu memperkuat tata kelola perusahaan melalui peningkatan transparansi dan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) guna mencegah praktik korupsi.
DPR Soroti Hasil Positif Transformasi BUMN Jasa Keuangan
Sebelumnya, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyatakan transformasi BUMN sektor jasa keuangan yang dijalankan Danantara menunjukkan hasil positif.
Ia mengatakan, "Kinerja positif Himbara, Pegadaian, dan PNM pada kuartal pertama 2026 menunjukkan transformasi BUMN Himbara dan UMi yang dijalankan Danantara berada pada jalur yang tepat. Yang kita lihat bukan sekadar peningkatan laba, tetapi juga penguatan efisiensi, kualitas pertumbuhan, dan perluasan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ini adalah indikator penting bahwa transformasi yang dilakukan mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan."
Komisi XI DPR mencatat laba bank anggota Himpunan Bank Negara (Himbara) mencapai Rp39,92 triliun pada kuartal I 2026 yang ditopang kinerja positif Bank Mandiri, BRI, dan BNI.
Esther juga menilai salah satu persoalan yang masih perlu dibenahi adalah banyaknya anak perusahaan hingga cucu perusahaan BUMN yang tidak selalu memiliki keterkaitan dengan bisnis utama perusahaan induknya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





