HOME  ⁄  Nasional

Universitas Republik Indonesia Dinilai Perlu Fokus Cetak Pemimpin Nasional dan Lengkapi Peran Lembaga yang Sudah Ada

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Universitas Republik Indonesia Dinilai Perlu Fokus Cetak Pemimpin Nasional dan Lengkapi Peran Lembaga yang Sudah Ada
Foto: (Sumber : Sejumlah peserta berjalan berbaris untuk mengikuti upacara penyambutan Retret Ketua DPRD seluruh Indonesia di Kompleks Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, Rabu (15/4/2026). ANTARA FOTO/Anis Efizudin/wsj. (ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN))

Pantau - Gagasan pendirian Universitas Republik Indonesia (URI) dinilai perlu diarahkan sebagai institusi yang membangun fondasi kepemimpinan nasional lintas sektor, bukan sekadar menambah perguruan tinggi baru atau mengambil alih peran lembaga yang telah ada.

Penulis telaah Dr. Ir. Naufal Mahfudz menyebut tantangan kepemimpinan Indonesia semakin kompleks, mulai dari disrupsi teknologi, perubahan geopolitik, krisis iklim, ketimpangan sosial, hingga tuntutan tata kelola pemerintahan yang transparan dan adaptif.

Menurutnya, kepemimpinan tidak lagi hanya diukur dari kemampuan administratif atau retorika politik, tetapi juga kemampuan membaca perubahan, membangun konsensus, mengelola konflik, dan menjaga keberlanjutan bangsa.

Dalam telaah tersebut dijelaskan bahwa URI sebaiknya tidak mengambil alih fungsi Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI maupun Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.

URI dinilai dapat berperan sebagai institusi yang menyiapkan kader pemimpin nasional sejak jenjang pendidikan tinggi, sedangkan Lemhannas tetap berfokus pada penguatan perspektif strategis bagi para pemimpin yang telah memasuki jenjang karier tertentu.

Sementara itu, LAN tetap menjalankan peran dalam pengembangan kompetensi aparatur sipil negara, reformasi birokrasi, inovasi administrasi publik, dan pelatihan kepemimpinan birokrasi.

Penulis menilai URI dapat melengkapi peran tersebut dengan membentuk pemimpin nasional yang memahami dinamika pemerintahan, ekonomi, teknologi, budaya, dan geopolitik secara terpadu.

Telaah itu juga menyoroti bahwa berbagai perguruan tinggi negeri telah melahirkan banyak pemimpin nasional, namun kontribusi tersebut berlangsung secara tidak langsung melalui pendidikan pada masing-masing disiplin ilmu.

Karena itu, URI dinilai perlu memiliki mandat khusus sebagai universitas yang berfokus pada pembentukan kepemimpinan nasional berbasis Pancasila, konstitusi, demokrasi, dan ketahanan nasional.

Selain itu, keberadaan URI diharapkan tidak menimbulkan tumpang tindih dengan Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Institut Pemerintahan Dalam Negeri, sekolah kedinasan, maupun pusat-pusat pelatihan kepemimpinan di berbagai kementerian.

Penulis menilai pendirian URI harus mampu memberikan nilai tambah bagi sistem pembinaan kepemimpinan nasional agar tidak hanya menambah birokrasi pendidikan tanpa menghasilkan manfaat yang signifikan.

Penulis :
Ahmad Yusuf