
Pantau - Pemerintah menargetkan praktik open dumping atau pembuangan sampah secara terbuka tanpa pengelolaan dapat dihentikan dalam dua tahun ke depan sebagai bagian dari upaya memperbaiki sistem pengelolaan sampah nasional, demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Kota Bandung, Jawa Barat, pada Jumat, 24 Juli 2026.
Pemerintah Percepat Penanganan Sampah Nasional
Zulkifli Hasan menyatakan persoalan sampah telah menjadi kondisi darurat di berbagai kota besar di Indonesia, termasuk kawasan Bandung Raya yang menghasilkan hampir 2.000 ton sampah setiap hari.
Ia mengungkapkan, "Masalah sampah bukan hanya urusan pemerintah, tetapi urusan kita semua. Kalau sampah dikelola dengan baik, justru bisa menghasilkan energi, pupuk, bahkan bahan bakar."
Pemerintah saat ini tengah menyederhanakan berbagai regulasi pembangunan fasilitas pengolah sampah menjadi energi listrik guna mempercepat penanganan sampah di sekitar 60 kota di Indonesia.
Zulkifli Hasan menegaskan penyelesaian persoalan sampah tidak hanya bergantung pada pembangunan teknologi pengolahan sampah berskala besar.
Ia menambahkan, "Hal yang paling penting adalah pemilahan sampah dari rumah tangga. Organik dan anorganik harus dipisahkan sejak dari sumbernya."
Perubahan Budaya Masyarakat Dinilai Menjadi Kunci
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai perubahan budaya masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan program pengelolaan sampah di daerah.
Dedi Mulyadi mengaku prihatin karena masih banyak masyarakat yang memilih merekam atau memviralkan tumpukan sampah daripada ikut membersihkannya.
Ia mengatakan, "Kalau ada sampah jangan divideo, tetapi dipungut. Budaya itu yang harus kita ubah."
Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini tengah menyiapkan Peraturan Gubernur mengenai larangan membuang sampah sembarangan yang juga akan mengatur pemberian sanksi bagi para pelanggar.
Dedi Mulyadi menegaskan, “Kita ingin Jawa Barat Berseka, hidup yang bersih, rapi, dan indah menuju Indonesia yang aman, sehat, resik, dan indah.”
- Penulis :
- Leon Weldrick





