HOME  ⁄  Nasional

KKP Targetkan 15.000 Hektare Tambak Aceh Kembali Beroperasi hingga Akhir 2026

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

KKP Targetkan 15.000 Hektare Tambak Aceh Kembali Beroperasi hingga Akhir 2026
Foto: Warga melintasi tambak yang rusak pascabencana banjir bandang di Desa Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Bireuen, Aceh, Minggu (14/12/2025).

Pantau - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan 15.000 hektare tambak di Aceh kembali beroperasi hingga akhir 2026 melalui percepatan rehabilitasi kawasan terdampak bencana hidrologi untuk memulihkan produksi perikanan budi daya dan menggerakkan kembali perekonomian masyarakat pesisir.

Rehabilitasi Tambak Dipercepat

Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha mengatakan pemerintah menargetkan sekitar 5.200 hektare tambak dapat kembali beroperasi paling lambat September 2026 sebagai tahap awal pemulihan.

Ia mengungkapkan, "Karena itu setelah rehabilitasi selesai, kami juga menyiapkan bantuan benih dan pakan sehingga petambak dapat langsung memulai budi daya."

Program tersebut merupakan bagian dari pemulihan tambak yang rusak akibat banjir besar yang melanda Aceh pada akhir November 2025.

KKP sebelumnya mengidentifikasi sekitar 30 ribu hektare tambak budi daya di 16 kabupaten dan kota di Aceh mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.

Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah paling terdampak dengan lebih dari 10 ribu hektare tambak rusak, disusul Kabupaten Bireuen sekitar 4,9 ribu hektare dan Kabupaten Aceh Tamiang sekitar 3,4 ribu hektare.

Hingga saat ini, KKP mencatat sebanyak 694 hektare tambak telah kembali beroperasi melalui penebaran benih udang, bandeng, kakap, dan nila salin.

Pemerintah Salurkan Bantuan dan Perkuat Sarana

Menurut Andy, setiap hektare tambak yang kembali dioperasikan dengan pola budi daya tradisional plus diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 600 kilogram udang dalam satu siklus.

Dengan harga jual rata-rata Rp50 ribu per kilogram, potensi omzet mencapai sekitar Rp30 juta per hektare dalam tiga bulan.

Andy menjelaskan percepatan rehabilitasi dilakukan melalui refocusing anggaran internal KKP agar masyarakat tidak perlu menunggu proses administrasi anggaran rehabilitasi, sementara seluruh bantuan dipastikan diberikan tanpa dipungut biaya.

Petambak asal Pidie Jaya, Fazil, mengatakan, "Saya yakin tiga bulan ke depan sudah bisa panen."

Untuk mendukung percepatan pemulihan, KKP telah menyalurkan 12 unit excavator ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan delapan unit di antaranya difokuskan untuk rehabilitasi tambak di sejumlah kabupaten di Aceh.

Selain memperbaiki infrastruktur tambak, pemerintah juga menyalurkan bantuan mesin kapal serta 100 unit coolbox berkapasitas 300 liter kepada nelayan di Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara.

Penulis :
Gerry Eka