
Pantau - Gempa bumi bermagnitudo 5,3 yang mengguncang wilayah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (26/7) malam mengakibatkan sebagian plafon Puskesmas Bati di Desa Nefokoko, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), roboh tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan, Ria Tahun, mengatakan kerusakan terjadi pada bagian plafon di loket depan puskesmas serta beberapa ruangan lainnya.
Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan
"Ya benar ada kerusakan akibat gempa tadi malam, dimana plafon di Puskesmas Bati rusak dan sebagian roboh," ungkap Ria Tahun.
Ria menjelaskan tidak ada korban dalam peristiwa tersebut karena bagian plafon yang roboh berada di area loket depan dan beberapa ruangan lain.
"Tadi juga jaringan listrik yang sempat rusak sudah diperbaiki oleh pihak PLN, sehingga pelayanan di puskesmas itu tetap berjalan seperti biasa," ujarnya.
Ia menegaskan pelayanan kesehatan di Puskesmas Bati tetap berlangsung normal pada Senin (27/7) setelah pasokan listrik kembali pulih.
Perbaikan Dilakukan Saat Masa Pemeliharaan
Ria mengatakan gedung Puskesmas Bati masih berada dalam masa pemeliharaan sehingga proses perbaikan plafon dapat dilakukan oleh pihak pelaksana pembangunan.
"Puskesmas itu kan baru dibangun pada tahun lalu dan kini masih dalam masa pemeliharaan, sehingga nanti akan direnovasi lagi," katanya.
Dinas Kesehatan TTS juga telah menghubungi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk segera memproses perbaikan kerusakan akibat gempa.
Gempa bermagnitudo 5,3 sebelumnya mengguncang Kabupaten Kupang pada Minggu (26/7) pukul 19.00 WITA dan menyebabkan kerusakan pada fasilitas kesehatan tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan



