
Pantau - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyebut industri fesyen, wisata ramah Muslim, farmasi, kosmetik halal, dan makanan halal menjadi sektor unggulan yang dapat memperkuat posisi ekonomi syariah Indonesia di pasar global seiring meningkatnya permintaan produk halal internasional.
Kepala Badan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Kadin Indonesia Titi Khoiriah mengatakan Indonesia memiliki modal kuat untuk mengembangkan berbagai sektor unggulan ekonomi syariah.
Kadin Soroti Peluang dan Tantangan
Titi menilai penguatan industri halal, sektor keuangan syariah, dan ekosistem usaha yang saling terintegrasi menjadi kunci untuk mewujudkan target Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia.
Ia mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan, mulai dari konsentrasi kepemilikan modal, kebijakan yang dinilai belum cukup berpihak kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga rendahnya adopsi teknologi digital di kalangan pelaku usaha.
Titi menambahkan penguatan ekonomi umat perlu didukung melalui peningkatan akses pembiayaan, percepatan digitalisasi, sertifikasi halal, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Kadin Dorong Digitalisasi dan Ekonomi Hijau
Menurut Titi, transformasi digital menjadi faktor penting untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing pelaku usaha melalui pemanfaatan kecerdasan buatan, penguatan infrastruktur pusat data nasional, serta perluasan literasi digital.
Ia juga mendorong penguatan ekonomi hijau melalui pengembangan energi terbarukan, perdagangan karbon, pembiayaan berkelanjutan, dan hilirisasi sumber daya alam untuk meningkatkan daya saing ekspor Indonesia.
Dalam Sidang Pleno XII Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Jakarta, Sabtu (25/7), Titi menegaskan komitmen Kadin dalam memperkuat ekonomi umat melalui lima rekomendasi strategis, yakni penguatan regulasi yang berpihak pada UMKM, percepatan ekosistem ekonomi syariah terintegrasi, peningkatan investasi infrastruktur dan reformasi birokrasi, percepatan hilirisasi industri serta transisi ekonomi hijau, dan perluasan literasi digital serta akses pembiayaan formal bagi pelaku UMKM.
- Penulis :
- Aditya Yohan



