
Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dan Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat kerja sama dalam pengelolaan zakat, pendidikan, dakwah, pemberdayaan ekonomi, serta layanan sosial kemanusiaan.
Kolaborasi tersebut ditindaklanjuti melalui penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang mencakup tiga program prioritas, yakni beasiswa A Hassan Scholarship Center (AHSC), pembinaan dai, dan pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat duafa.
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mengungkapkan, "Di dalam delapan Asta Stratas, gerakan Baznas, zakat itu tidak lagi berfokus kepada santunan saja, tapi kepada pendayagunaan dan pemberdayaan."
Sodik menjelaskan, sejak 2021 hingga 2024 kemitraan Baznas RI dan PP Persis telah menyalurkan dana beasiswa AHSC sebesar Rp2,38 miliar kepada 230 penerima manfaat jenjang S1 hingga S3 sebagai upaya mencetak ulama intelektual menuju Indonesia Emas 2045.
Ia mengatakan, "Ini adalah bentuk kolaborasi yang sangat fundamental, sehingga kita tidak boleh ragu berkolaborasi dan harus terus meningkatkan kerja sama demi kemaslahatan bersama."
Baznas RI menilai kerja sama dengan PP Persis diharapkan menjadi model sinergi antara lembaga zakat nasional dan organisasi kemasyarakatan Islam dalam meningkatkan kesejahteraan umat sekaligus mengentaskan kemiskinan.
Ketua Umum PP Persis KH Jeje Zaenudin mengapresiasi kerja sama tersebut dan berharap Baznas terus berkembang dalam menghimpun, mengelola, serta memberdayakan zakat.
Ia mengungkapkan, "Tanggung jawab kita juga bersama, sebagai ormas mari kita dukung kesadaran zakat, infak, sedekah secara kelembagaan, tidak infak sedekah perorangan."
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



