HOME  ⁄  Nasional

Rais Syuriyah Tegaskan Dukungan Calon Kapolri Bukan Sikap Resmi PWNU Jawa Barat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rais Syuriyah Tegaskan Dukungan Calon Kapolri Bukan Sikap Resmi PWNU Jawa Barat
Foto: (Sumber :Rais Syuriyah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat KH Abun Bunyamin. (ANTARA/HO-Dokumentasi PWNU Jabar).)

Pantau - Rais Syuriyah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat KH Abun Bunyamin menegaskan pernyataan dukungan terhadap salah satu figur calon Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) bukan merupakan sikap resmi organisasi karena tidak pernah dibahas melalui mekanisme PWNU Jawa Barat.

Pernyataan Ketua PWNU Disebut Pendapat Pribadi

KH Abun menyatakan pernyataan yang sebelumnya disampaikan Ketua PWNU Jawa Barat Juhadi Muhammad merupakan pandangan pribadi dan tidak dapat diposisikan sebagai keputusan organisasi.

"Pernyataan itu merupakan pendapat pribadi. Tidak pernah dibahas dan diputuskan melalui mekanisme organisasi PWNU Jawa Barat sehingga tidak dapat disebut sebagai sikap resmi organisasi," kata KH Abun dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Ia mengingatkan organisasi harus berhati-hati dalam menyampaikan pandangan mengenai jabatan publik agar tidak menimbulkan kesan PWNU Jawa Barat terlibat dalam dukung-mendukung calon Kapolri.

Menurutnya, setiap pernyataan yang mengatasnamakan organisasi harus terlebih dahulu diputuskan melalui mekanisme permusyawaratan yang berlaku di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Minta Organisasi Tetap Netral dan Jaga Hubungan Baik dengan Polri

KH Abun mengatakan hubungan antara NU dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo selama ini terjalin dengan baik, termasuk melalui dukungan Polri terhadap berbagai kegiatan keagamaan, sosial, dan pelayanan masyarakat yang diselenggarakan NU.

"Selama ini hubungan Kapolri dengan NU sangat baik. Pengurus dan warga NU juga merasa nyaman karena Polri selalu hadir membantu berbagai kegiatan NU dan pesantren," ujarnya.

Ia juga menilai Kapolri membangun komunikasi yang baik dengan kalangan ulama melalui silaturahmi kepada pengurus NU maupun pengasuh pondok pesantren.

"Kapolri selama ini membangun hubungan yang baik dengan para kiai dan pesantren. Silaturahmi tersebut perlu dihargai dan terus dijaga demi terciptanya keamanan, ketenteraman, dan keharmonisan di tengah masyarakat," katanya.

KH Abun meminta seluruh jajaran PWNU Jawa Barat menjaga organisasi tetap menjadi rumah besar bagi seluruh warga NU dan tidak membawa nama organisasi untuk mendukung figur tertentu tanpa keputusan resmi.

"PWNU Jawa Barat harus tetap menjadi rumah besar seluruh warga NU. Organisasi tidak boleh dibawa untuk mendukung kepentingan atau figur tertentu tanpa keputusan resmi organisasi," tegasnya.

Sebelumnya, Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad menyatakan dukungannya kepada Komisaris Jenderal Polisi Karyoto sebagai figur yang dinilai berpeluang menduduki jabatan Kapolri dengan mempertimbangkan pengalaman, integritas, serta kedekatannya dengan masyarakat dan kalangan ulama.

Penulis :
Ahmad Yusuf