HOME  ⁄  Nasional

Irene Umar Dorong Standar Kompetensi Esports agar Indonesia Mampu Bersaing di Tingkat Global

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Irene Umar Dorong Standar Kompetensi Esports agar Indonesia Mampu Bersaing di Tingkat Global
Foto: Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, berbincang dengan Ketua Umum Asosiasi Esports Indonesia (IESPA) Ibnu Sulistyo Pradipto, saat menerima audiensi dari Asosiasi Esports Indonesia (IESPA) di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Selasa 28/07/2026 (sumber: Kementerian Ekonomi Kreatif)

Pantau - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan perkembangan industri esports Indonesia harus dibarengi dengan penguatan standar kompetensi agar mampu bersaing di tingkat global melalui pembangunan ekosistem yang sehat, profesional, dan inklusif.

Irene menyampaikan industri esports memiliki potensi yang sangat besar di Indonesia.

Ia menilai ekosistem esports yang sehat perlu dibangun dengan memahami berbagai tantangan yang dihadapi industri tersebut.

Irene menegaskan kolaborasi antara komunitas, publisher, dan pemerintah menjadi faktor penting dalam membangun industri esports nasional.

Ia juga menekankan perlunya sistem kompetensi yang terstandar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor esports.

Ia mengungkapkan, "Kita harus membuat dunia tahu bahwa gamers dan orang-orang yang ada di dalam ekosistem esports adalah real jobs. Sertifikasi bisa menjadi salah satu bentuk penyetaraan, namun jangan sampai hanya dijadikan sebagai 'pelumas' untuk bisa mendapat kerja. Sertifikat harus berfungsi dengan benar dan menyehatkan ekosistemnya."

Penguatan Sertifikasi dan Pembinaan SDM

Kementerian Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Perkumpulan Olahraga Elektronik Indonesia (IESPA) dalam melakukan pembinaan dan pengembangan ekosistem esports nasional.

Salah satu bentuk kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan sertifikasi menggunakan platform resmi Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI), Garudaku.

Sertifikasi melalui Garudaku diharapkan menjadi bentuk penyetaraan dalam pengembangan sumber daya manusia pada berbagai profesi pendukung esports.

Profesi yang dapat mengikuti sertifikasi meliputi wasit, pelatih, caster, penyelenggara turnamen, serta berbagai talenta pendukung lainnya.

Program sertifikasi tersebut juga diarahkan untuk mendukung perbaikan tata kelola ekosistem esports secara menyeluruh.

Program Garudaku dan Kolaborasi Nasional

Chief Operating Officer Garudaku, Robertus Aditya, memaparkan berbagai program pembinaan yang dikembangkan untuk memperkuat jalur pengembangan talenta esports sejak jenjang sekolah hingga perguruan tinggi.

Menurut Robertus, pendekatan tersebut diharapkan mampu membuka peluang karier yang lebih luas sekaligus mengubah persepsi masyarakat terhadap industri esports.

Ia mengatakan, "Kami berharap dapat mengubah stigma terhadap esports melalui program-program yang jelas, seperti ekstrakurikuler dan program pembinaan, sehingga siswa memperoleh bekal yang dapat mendukung masa depan mereka. Kami juga telah bekerja sama dengan 13 universitas di Indonesia untuk memberikan beasiswa bagi para pemenang Liga Pelajar."

Garudaku telah menjalin kerja sama dengan 13 universitas di Indonesia untuk memberikan beasiswa kepada para pemenang Liga Pelajar.

Ketua Umum IESPA, Ibnu Sulistyo Riza, menyampaikan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama organisasi.

Menurut Ibnu, pembinaan yang terstruktur harus menjangkau seluruh profesi dalam ekosistem esports agar standar kompetensi dapat diterapkan secara merata di berbagai daerah di Indonesia.

Penjajakan kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan IESPA diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem esports yang semakin profesional, inklusif, dan memiliki daya saing lebih tinggi.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu mempercepat lahirnya talenta kreatif dari berbagai daerah sekaligus memperkuat kontribusi subsektor gim sebagai salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Penulis :
Arian Mesa