
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pembangunan infrastruktur harus menjadi instrumen utama untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dengan menjadikan keberlanjutan sebagai paradigma utama dalam pembangunan nasional.
AHY menyampaikan kebijakan pembangunan harus mampu menghadirkan daya tahan bangsa sekaligus meningkatkan daya saing di tengah dinamika global yang dipengaruhi ketidakpastian geopolitik, konflik, perubahan iklim, hingga perkembangan teknologi.
Ia mengungkapkan, "Kita harus menghadirkan sebuah kebijakan dan strategi membangun daya tahan sebagai sebuah bangsa tapi juga daya saing. Dan ini harus mendasar pada tiga pilar."
AHY menjelaskan tiga pilar pembangunan tersebut meliputi kemajuan dan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan hidup.
Infrastruktur Berorientasi Manfaat
Dalam kapasitasnya sebagai Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY mengatakan pembangunan infrastruktur diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, ketahanan energi, ketahanan air, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat konektivitas nasional, mendukung ketahanan lingkungan, serta mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
Menurut AHY, kebijakan pembangunan harus mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan.
AHY menegaskan keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak lagi diukur dari banyaknya proyek yang dibangun, melainkan dari manfaat yang dirasakan masyarakat serta kemampuannya menjawab tantangan perubahan iklim.
Ia mengatakan, "Lingkungan hidup adalah isu yang sangat penting, sangat strategis dan global. Tapi tentu membutuhkan dukungan infrastruktur. Infrastruktur tidak hanya seberapa banyak kita membangun tapi seberapa baik manfaatnya, dampaknya, termasuk seberapa kuat daya tahan terhadap berbagai potensi bencana alam."
Kolaborasi Pentahelix Jadi Kunci
AHY menegaskan pembangunan berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh unsur pentahelix yang terdiri atas pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.
Ia mengungkapkan, "Kita membutuhkan sebuah pilar, bukan hanya pilar demokrasi yang kokoh, melainkan juga untuk menghadirkan edukasi dan membangun awareness masyarakat luas tentang sustainability, tentang isu bumi dan lingkungan kita."
AHY menilai kolaborasi seluruh elemen tersebut menjadi fondasi untuk membangun kesadaran publik mengenai pentingnya keberlanjutan sekaligus mendukung terciptanya pembangunan nasional yang tangguh, berdaya saing, dan ramah lingkungan.
- Penulis :
- Shila Glorya



