
Pantau - Presiden Prabowo Subianto tiba di Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, Kamis, untuk meresmikan revitalisasi tahap pertama bangunan cagar budaya yang telah berdiri sejak 1914.
Presiden Tinjau Hasil Revitalisasi Stasiun
Presiden Prabowo tiba di Stasiun Semarang Tawang sekitar pukul 11.00 WIB dan disambut Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin.
Kepala Negara kemudian mendengarkan paparan dari Bobby mengenai perkembangan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang sekaligus menanyakan jumlah pengunjung yang melintas di stasiun tersebut.
Usai menerima penjelasan, Presiden Prabowo menyapa serta bersalaman dengan para siswa dan pengunjung yang menunggu di lobi stasiun.
Peresmian revitalisasi turut dihadiri Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Revitalisasi Jaga Nilai Sejarah dan Tingkatkan Layanan
Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang dikerjakan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang selama 240 hari, mulai 5 Mei hingga 30 Desember 2025, dengan melibatkan ahli cagar budaya sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
Tahap pertama revitalisasi meliputi penataan ruang tunggu luxury, ruang VIP, hall utama, perbaikan selasar, serta peningkatan sistem drainase untuk mengantisipasi genangan dan banjir saat musim hujan.
Stasiun Semarang Tawang merupakan stasiun kelas besar tipe A yang melayani hampir seluruh perjalanan kereta api penumpang di Kota Semarang.
Pada Semester I 2026, stasiun tersebut mencatat lebih dari 2,15 juta aktivitas naik dan turun penumpang sehingga menjadi stasiun tersibuk keempat di Indonesia dengan tingkat ketepatan waktu keberangkatan mencapai 99,45 persen.
Selain berfungsi sebagai pusat transportasi, Stasiun Semarang Tawang juga memiliki nilai sejarah nasional karena menjadi titik keberangkatan Kereta Luar Biasa menuju Bandung pada 10 September 1945 serta lokasi pemberhentian kereta yang membawa Presiden Soekarno dalam rangka perundingan gencatan senjata Pertempuran Lima Hari Semarang pada Oktober 1945.
- Penulis :
- Aditya Yohan



