
Pantau - Ratusan keluarga mulai kembali ke Desa Zawtar al-Gharbiyah di Lebanon selatan setelah berbulan-bulan mengungsi, menandai dimulainya proses rekonstruksi meski sebagian besar permukiman hancur akibat perang.
Sekitar 320 keluarga diizinkan kembali ke Desa Zawtar al-Gharbiyah sepekan setelah tentara Lebanon mulai dikerahkan dalam tahap uji coba pengaturan keamanan baru di wilayah tersebut.
Inisiatif tersebut menjadikan Zawtar al-Gharbiyah sebagai desa pertama yang membuka akses bagi warga untuk kembali seiring dimulainya persiapan rekonstruksi.
“Hal pertama yang saya lakukan saat tiba adalah mencium tanah ini,” ungkap Dalal Atwi kepada Xinhua.
“Ini adalah tanah saya. Tanah ini bercampur dengan keringat dan jerih payah kami. Saya bersyukur kepada Tuhan karena kami akhirnya bisa kembali ke desa kami,” lanjutnya.
Warga yang kembali mendapati sebagian besar rumah berubah menjadi puing-puing, sementara kebun zaitun mengalami kerusakan akibat pertempuran.
Sejak Selasa pagi waktu setempat, puluhan kendaraan berkumpul di pintu masuk desa sambil menunggu izin memasuki kawasan yang sebelumnya ditinggalkan.
Wali Kota Zawtar al-Gharbiyah Abed Ezzeddine mengatakan kerusakan yang terjadi membuat banyak warga tidak lagi mengenali lingkungan tempat tinggal mereka.
“Saat saya masuk, saya bahkan tidak bisa lagi mengenali lokasi rumah saya sendiri,” katanya.
“Saya sudah tidak tahu lagi tumpukan puing mana yang dulunya adalah rumah saya,” lanjutnya.
Survei awal pemerintah kota menunjukkan sekitar 250 rumah hancur total, sekitar 200 rumah mengalami kerusakan berat, dan 40 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.
Warga Hassan Zeineddine mengatakan dirinya kembali untuk mencari barang-barang pribadi yang masih tersisa di bawah reruntuhan.
“Apa yang saya cari bukanlah barang-barang berharga,” ujarnya.
“Saya mencari foto-foto, kenangan, dan barang-barang kecil yang memiliki nilai emosional bagi keluarga saya,” lanjutnya.
Tentara Lebanon terus memperkuat pengerahan personel di desa tersebut, sementara satuan zeni melakukan penyisiran untuk menyingkirkan persenjataan yang belum meledak dan sisa-sisa perang guna memastikan kawasan aman bagi warga.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



