HOME  ⁄  Nasional

Gubernur NTT Sebut K-SIGN Rote Perkuat Swasembada Garam Nasional dan Dorong Ekonomi Daerah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Gubernur NTT Sebut K-SIGN Rote Perkuat Swasembada Garam Nasional dan Dorong Ekonomi Daerah
Foto: (Sumber :Gubernur NTT Melki Laka Lena (tengah) saat berada di Rote Ndao. ANTARA/HO-Humas Pemprov NTT.)

Pantau - Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena menyatakan pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao menjadi momentum penting untuk memperkuat swasembada garam nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Melki Laka Lena menyampaikan hal tersebut saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto meninjau perkembangan pembangunan K-SIGN di Rote Ndao, Kamis.

“Kehadiran Kawasan Sentra Industri Garam Nasional ini merupakan berkat yang luar biasa bagi Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya bagi masyarakat di Kabupaten Rote Ndao,” ungkap Melki.

Ia mengatakan kawasan industri tersebut akan memberikan multiplier effect yang besar melalui pembukaan lapangan kerja, penguatan hilirisasi industri garam, peningkatan aktivitas ekonomi daerah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, manfaat kawasan itu juga akan dirasakan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, sektor transportasi, perdagangan, serta berbagai usaha pendukung lainnya.

Melki menjelaskan K-SIGN dikembangkan dengan konsep industri garam modern melalui sistem produksi terintegrasi yang mencakup kolam penampungan air laut, pengendapan, kristalisasi, hingga gudang penyimpanan garam.

Kawasan tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan garam berkualitas tinggi dengan produktivitas sekitar 200 ton per hektare untuk mendukung target swasembada garam nasional.

Selain membangun infrastruktur industri, proyek itu juga mengedepankan pemberdayaan masyarakat melalui perekrutan tenaga kerja lokal dan penyelenggaraan pelatihan keterampilan bagi warga di sekitar kawasan.

“Tentunya kami senang sekali. Saat ini kami sedang mengikuti pelatihan sebelum nanti masuk kerja di sini,” kata warga Desa Matasio, Darma Pena.

Penulis :
Aditya Yohan