HOME  ⁄  Ekonomi

ESI Nilai Transisi Investasi Energi Global Jadi Momentum Indonesia Perkuat Industri Hijau

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

ESI Nilai Transisi Investasi Energi Global Jadi Momentum Indonesia Perkuat Industri Hijau
Foto: (Sumber :Managing Director Energy Shift Institute Putra Adhiguna dalam taklimat media Indonesia Net Zero Summit (INZS) 2026 yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Jakarta, Rabu (29/7/2026). ANTARA/Cindy Frishanti..)

Pantau - Managing Director Energy Shift Institute (ESI) Putra Adhiguna menilai pergeseran investasi energi global yang kini didominasi energi bersih menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat industri hijau dan mempercepat pengembangan energi terbarukan di dalam negeri.

Investasi Energi Bersih Dinilai Jadi Peluang bagi Indonesia

Putra mengatakan investasi energi bersih secara global telah melampaui investasi bahan bakar fosil dalam dua hingga tiga tahun terakhir sehingga Indonesia perlu memanfaatkan perubahan tersebut.

Ia mengungkapkan, “Pembangunan di dalam renewable energy itu berjalan jauh lebih cepat. Dan ini adalah persimpangan untuk Indonesia mulai berpikir.”

Menurut Putra, China menjadi motor utama transisi energi global setelah pada 2021 berkomitmen menghentikan pendanaan pembangkit batu bara di luar negeri dan terus meningkatkan pengembangan industri rendah emisi.

Ia menjelaskan pemerintah China juga meluncurkan inisiatif Zero Emission Industrial Park pada Juni tahun lalu sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar pengembangan industri rendah emisi.

Putra menambahkan India juga menunjukkan percepatan transisi energi dengan membangun pembangkit listrik tenaga surya setara PLTS Cirata setiap lima hari.

Indonesia Didorong Kurangi Ketergantungan Impor

Putra mengatakan Indonesia harus memanfaatkan peluang transisi energi dengan memperkuat industri energi terbarukan di dalam negeri.

Ia mengungkapkan, “Ketika kita berbicara climate risk, climate opportunity, kita tengah berada di persimpangan. Bukan hanya berbicara (tentang) risikonya, tetapi juga opportunity.”

Menurutnya, pengembangan industri panel surya, mobil listrik, dan teknologi energi bersih perlu dilakukan agar tidak seluruhnya bergantung pada produk impor.

Sementara itu, Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) akan menggelar Indonesia Net Zero Summit (INZS) 2026 di Jakarta pada 1 Agustus dengan mengusung tema “It’s Time to Deliver!”.

FPCI menyatakan tema tersebut mencerminkan pentingnya mendorong komitmen iklim global dan nasional menjadi aksi nyata dalam mendukung percepatan transisi energi.

Penulis :
Ahmad Yusuf