HOME  ⁄  Nasional

Diskominfotik DKI Jakarta Menilai Profesi Konten Kreator Berpeluang Menjadi Sumber Penghasilan Utama di Era Digital

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Diskominfotik DKI Jakarta Menilai Profesi Konten Kreator Berpeluang Menjadi Sumber Penghasilan Utama di Era Digital
Foto: Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta Syali Gestanon usai acara pembukaan Bootcamp Content Creator di Kantor Perum LKBN ANTARA, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis 30/7/2026 (sumber: ANTARA/Siti Nurhaliza)

Pantau - Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta menilai profesi konten kreator memiliki peluang besar menjadi sumber penghasilan utama di era digital sebagaimana disampaikan dalam pembukaan Bootcamp Content Creator di Kantor Perum LKBN ANTARA, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (30/7/2026).

Syali Gestanon selaku Kepala Bidang Informasi Publik Diskominfotik Provinsi DKI Jakarta mengatakan profesi konten kreator kini tidak lagi sekadar menjadi hobi atau aktivitas mengisi waktu luang.

Ia mengungkapkan, "Konten tidak hanya membuat saja, tapi menghasilkan. Contohnya konten kreator yang berhasil dan menjadikan penghasilan utama mereka, menjadi bekal portofolio, bekal karir atau wirausahawan."

Syali menilai bahwa apabila ditekuni secara serius, profesi konten kreator mampu membuka berbagai peluang ekonomi sekaligus menjadi bekal untuk membangun karier maupun usaha.

Industri Konten Kreator Dinilai Terus Berkembang

Syali mengatakan industri kreator digital masih akan terus berkembang karena kebutuhan masyarakat terhadap informasi dan hiburan di berbagai platform digital terus meningkat.

Ia mengungkapkan, "Pasar konten kreator ini tidak akan habis, ingat."

Peluang tersebut juga didukung oleh tingginya jumlah pengguna internet di Indonesia berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2025.

Data APJII mencatat jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 235,2 juta orang atau setara dengan 81,72 persen dari total penduduk.

Selain itu, jumlah identitas pengguna media sosial aktif di Indonesia mencapai 180 juta.

Dengan jumlah pengguna internet dan media sosial yang sangat besar, setiap unggahan memiliki potensi menjangkau audiens dalam skala yang luas.

Ia mengungkapkan, "Setiap unggahan berpotensi menjangkau banyak orang. Konten kreator memiliki posisi sebagai penyampai informasi yang membantu masyarakat memahami berbagai isu sekaligus mampu menggerakkan masyarakat menuju dampak yang positif."

Kualitas Pesan Menentukan Keberlanjutan Konten Kreator

Syali menegaskan keberhasilan seorang konten kreator tidak hanya diukur dari jumlah pengikut maupun seberapa viral sebuah konten.

Menurutnya, keberlanjutan profesi konten kreator lebih ditentukan oleh kualitas pesan yang disampaikan kepada publik.

Ia mengingatkan agar proses pembuatan konten dilakukan secara menyeluruh mulai dari ide yang matang, proses produksi, distribusi, hingga memastikan pesan dipahami dan memberikan manfaat bagi audiens.

Ia berpesan, “Yang paling penting bukan hanya viral, tetapi apakah pesan bisa dipahami, audiens mendapatkan manfaat, dan kualitas pesan itu yang menentukan keberlanjutan seorang konten kreator.” 

Penulis :
Shila Glorya