HOME  ⁄  Nasional

BNPB Tetapkan Palangka Raya dan Pulang Pisau sebagai Prioritas Penanganan Karhutla

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BNPB Tetapkan Palangka Raya dan Pulang Pisau sebagai Prioritas Penanganan Karhutla
Foto: (Sumber :Kemenhut Digitalisasi Perizinan Angkut Satwa dan Tumbuhan Melalui Portal PeSATS.)

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau di Kalimantan Tengah sebagai daerah prioritas penanganan dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau 2026.

BNPB Kerahkan Seluruh Armada dan Perkuat Penanganan

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan penetapan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi antara pimpinan BNPB dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

"Pada rapat koordinasi sebelumnya diketahui sejumlah titik prioritas penanganan karhutla telah diidentifikasi, di antaranya Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau dan Kelurahan Kameloh Baru, Kota Palangka Raya," katanya.

Abdul mengungkapkan seluruh armada pesawat akan dikerahkan untuk melakukan penyiraman udara atau water bombing di wilayah prioritas tersebut.

Dukungan BNPB juga mencakup penyediaan peralatan pemadaman darat serta pelaksanaan operasi modifikasi cuaca guna memperkuat penanganan karhutla.

Menurutnya, dukungan tersebut diberikan setelah Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Karhutla yang berlaku hingga 31 Oktober 2026.

BNPB Minta Antisipasi El Nino dan Kekeringan

"Selain memperkuat upaya penanganan karhutla, Kepala BNPB juga meminta pemerintah daerah bersama seluruh instansi terkait untuk meningkatkan langkah antisipasi menghadapi potensi puncak El Nino dan kekeringan selama musim kemarau ini," kata Abdul.

BNPB meminta pemerintah daerah terus memantau perkembangan cuaca, meningkatkan patroli di kawasan rawan karhutla, serta memperkuat penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan, baik perorangan maupun korporasi.

Pemerintah daerah juga diminta segera memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan sebagai dasar penyediaan sarana air bersih, termasuk pembangunan sumur bor, pipanisasi, dan distribusi air menggunakan mobil tangki.

"Berdasarkan data terbaru, luas lahan yang terdampak kebakaran di Kalimantan Tengah tercatat mencapai 3.069,52 hektare. Kondisi tersebut menjadikan Kalimantan Tengah sebagai salah satu provinsi prioritas dalam penanganan karhutla, mengingat sebagian besar wilayahnya merupakan lahan gambut yang memiliki karakteristik mudah terbakar dan sulit dipadamkan," cetusnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf