
Pantau - Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) Budisatrio Djiwandono menegaskan masa depan Karang Taruna ditentukan oleh kualitas kader yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar banyaknya jumlah anggota.
Kader Berkualitas Jadi Fokus Penguatan Organisasi
Budisatrio menyampaikan hal tersebut saat kegiatan Training of Trainers (ToT) sekaligus retret Pengurus Nasional Karang Taruna di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (31/7).
Ia mengatakan Karang Taruna yang telah berdiri hampir 66 tahun harus terus memperkuat organisasi melalui kaderisasi yang berkelanjutan.
“Sebuah organisasi kuat, organisasi yang besar, organisasi yang berdampak itu tidak ditentukan dengan jumlah atau kuantitas kader-kader, tetapi ditentukan oleh kualitas dari kader-kader di dalam organisasi itu sendiri,” ungkapnya.
Budisatrio menegaskan Karang Taruna terbuka bagi seluruh anak muda tanpa memandang suku, agama, pandangan politik, maupun status sosial, selama memiliki semangat mengabdi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menjelaskan kepengurusan saat ini memfokuskan pembenahan organisasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penyelenggaraan Training of Trainers untuk melahirkan kader penggerak di berbagai daerah.
Mensos Titip Lima Fokus Kerja Karang Taruna
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan Karang Taruna memiliki modal sosial yang besar untuk mendukung pembangunan kesejahteraan sosial sehingga kualitas kader menjadi faktor penting dalam menggerakkan potensi tersebut.
“Ini adalah modal sosial yang luar biasa, aset bangsa, dan ini adalah tantangan untuk Pak Budi dan teman-teman sekalian,” ujarnya.
Saat ini Karang Taruna memiliki lebih dari 31 ribu tempat pengabdian yang tersebar di 136 kabupaten dan kota, lebih dari 1.600 kecamatan, hampir 29 ribu desa dan kelurahan, serta menjangkau 16 provinsi dengan jumlah kader lebih dari 83 ribu orang.
Gus Ipul menitipkan lima fokus kerja kepada Karang Taruna, yakni membantu pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), mendampingi keluarga penerima manfaat agar mandiri, memperkuat kesiapsiagaan bencana, mengembangkan kewirausahaan pemuda, serta mendampingi kelompok rentan.
“Kami mengajak Karang Taruna turut berpartisipasi menyukseskan program-program Bapak Presiden Prabowo dalam rangka melayani kelompok-kelompok rentan, memperkuat data, dan ikut dalam program-program pemberdayaan di berbagai desa dan kelurahan di Indonesia,” katanya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



