
Pantau - Kader muda PDI Perjuangan M. Syaiful Mujab menegaskan komitmen partainya menjalankan kebijakan politik tanpa memungut mahar sepeser pun atau Zero Mahar untuk memberikan kesempatan yang setara kepada generasi muda dan kader potensial dari berbagai latar belakang agar dapat tampil sebagai pemimpin.
Pernyataan itu disampaikan Mujab dalam sesi PDI Perjuangan Sharing Experiences pada konferensi internasional 9th CALD Party Management Workshop di Yogyakarta, Sabtu, 5 September.
Menurut Mujab, kebijakan Zero Mahar juga diperlukan agar kader potensial tidak terhambat oleh tingginya biaya politik transaksional.
"Komitmen politik tanpa mahar ini sangat krusial untuk memberikan kesempatan yang setara bagi generasi muda dan kader-kader potensial dari berbagai latar belakang untuk tampil memimpin, tanpa tersandera oleh tingginya biaya politik transaksional," kata Mujab dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.
PDI Perjuangan Dorong Pelembagaan Partai
Dalam forum tersebut, Mujab turut menekankan pentingnya pelembagaan partai politik sebagai salah satu benteng utama dalam menjaga ketahanan atau resiliensi demokrasi di kawasan Asia Tenggara.
Ia menilai partai politik perlu konsisten bertransformasi menjadi institusi publik yang terstruktur, transparan, dan menerapkan prinsip meritokrasi.
Menurut Mujab, demokrasi yang sehat membutuhkan keberadaan partai politik dengan kelembagaan yang kuat dan telah teruji.
PDI Perjuangan, kata dia, berkomitmen membangun organisasi yang tidak hanya bergantung pada figur tertentu, tetapi memiliki sistem kaderisasi terstruktur dan berjenjang.
Sistem tersebut antara lain dijalankan melalui Sekolah Partai, penanaman ideologi Trisakti, serta nilai-nilai kerakyatan Marhaenisme.
"Demokrasi yang sehat membutuhkan pelembagaan partai yang kuat dan teruji. PDI Perjuangan berkomitmen membangun organisasi yang tidak hanya bertumpu pada figur, melainkan pada sistem kaderisasi berjenjang melalui Sekolah Partai, penanaman ideologi Trisakti, serta nilai-nilai kerakyatan Marhaenisme," ujarnya.
Mujab juga memaparkan sejumlah langkah pembaruan tata kelola organisasi yang ditempuh PDI Perjuangan.
Menurut dia, PDI Perjuangan menjadi pelopor di Indonesia dalam menerapkan standardisasi manajemen internasional berbasis sertifikasi ISO.
Partai tersebut juga menggunakan asesmen psikometri dalam proses seleksi calon pimpinan dan calon kepala daerah.
Selain membenahi sistem manajemen dan seleksi, PDI Perjuangan memanfaatkan teknologi digital melalui dasbor Media Pintar Perjuangan (MPP).
MPP diperkenalkan sebagai sarana untuk meningkatkan transparansi dan edukasi sekaligus memantau kinerja kader secara objektif.
Partai-Partai Asia Rumuskan The Yogyakarta Commitment
Paparan PDI Perjuangan menjadi bagian dari rangkaian workshop manajemen partai yang diselenggarakan Council of Asian Liberals and Democrats (CALD) bekerja sama dengan PDI Perjuangan dan Friedrich Naumann Foundation (FNF) Asia.
Rangkaian kegiatan sejak pagi diawali diskusi Fireside Chat bertajuk Setting the Context – Electoral and Political Party Trends in East and Southeast Asia.
Diskusi yang dimoderasi Direktur Regional FNF Asia Moritz Kleine-Brockhoff tersebut membahas tren pemilu dan berbagai tantangan yang dihadapi partai politik di kawasan Asia.
Pembahasan melibatkan perwakilan Singapura melalui SDP, Malaysia melalui Gerakan, Taiwan melalui DPP, Kamboja melalui CNRPA, serta Vietnam melalui Viet Tan.
Pada sesi siang hingga sore, akademisi Universitas Chiang Mai, Thailand, Assoc. Prof. Chanintorn Pensute memandu sesi interaktif World Café on Party Institutionalization.
Sesi tersebut diarahkan untuk merumuskan berbagai langkah praktis dalam mengatasi hambatan pelembagaan partai politik di kawasan Asia.
Rangkaian workshop hari kedua kemudian ditutup dengan perumusan dan pembacaan dokumen konsensus bersama bertajuk "The Yogyakarta Commitment."
Dokumen tersebut dibacakan Sekretaris Jenderal CALD Francis Gerald "Blue" Abaya sebagai bentuk komitmen kolektif partai-partai demokratis di Asia untuk memperkuat tata kelola organisasi sekaligus merawat kebebasan sipil.
- Penulis :
- Leon Weldrick




