HOME  ⁄  Nasional

KAI Catat 178 Juta Perjalanan Commuter Line Jabodetabek pada Semester I 2026

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

KAI Catat 178 Juta Perjalanan Commuter Line Jabodetabek pada Semester I 2026
Foto: Foto: Ilustrasi sejumlah penumpang KRL Commuter Line memadati peron di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/1/2026). (Sumber: ANTARA/Arif Firmansyah.)

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat layanan Commuter Line Jabodetabek mencapai 178.001.308 perjalanan selama Januari hingga Juni 2026, menunjukkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di kawasan metropolitan Jabodetabek.

Pengguna Commuter Line Didominasi Perjalanan Hari Kerja

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan Commuter Line Jabodetabek melayani 178.001.308 perjalanan sepanjang Semester I 2026 dengan pola penggunaan yang lebih tinggi pada hari kerja.

"Commuter Line Jabodetabek melayani 178.001.308 perjalanan sepanjang Semester I 2026, yang menunjukkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat di kawasan metropolitan Jabodetabek," ungkap Anne.

Rata-rata volume pengguna Commuter Line Jabodetabek pada Senin hingga Jumat mencapai sekitar 1,05 juta perjalanan per hari atau lebih tinggi 29,3 persen dibandingkan rata-rata pengguna pada akhir pekan yang mencapai sekitar 813,6 ribu perjalanan per hari.

Dari total perjalanan selama Semester I 2026, sekitar 135,7 juta perjalanan atau 76,2 persen terjadi pada hari kerja dengan kepadatan terbesar pada pagi dan sore hari saat masyarakat berangkat bekerja dan kembali ke rumah.

KAI menilai tingginya penggunaan Commuter Line menunjukkan keterkaitan layanan kereta perkotaan dengan kehidupan masyarakat, mulai dari pekerja, pelaku usaha, hingga masyarakat yang mengakses pendidikan dan layanan publik.

KAI Perkuat Kapasitas dan Jaringan Layanan

KAI menyebut peningkatan kapasitas layanan menjadi kebutuhan untuk menjawab pertumbuhan pengguna Commuter Line Jabodetabek.

Penguatan kapasitas dilakukan secara bertahap melalui penambahan sarana transportasi, peningkatan kapasitas lintas dan stasiun, penguatan sistem persinyalan, penguatan sistem kelistrikan, serta optimalisasi pola operasi.

Dalam lima tahun terakhir, jumlah pengguna Commuter Line Jabodetabek menunjukkan tren pemulihan yang konsisten dengan catatan 168 juta perjalanan pada 2021, 252 juta perjalanan pada 2022, 331 juta perjalanan pada 2023, 328,2 juta perjalanan pada 2024, 349,3 juta perjalanan pada 2025, dan 178 juta perjalanan pada Semester I 2026.

Perkembangan layanan juga terlihat dari bertambahnya jumlah stasiun Commuter Line Jabodetabek dari 71 stasiun pada 2015 menjadi 85 stasiun pada 2026.

Penambahan jaringan layanan mencakup hadirnya Stasiun Jatake dan Stasiun Jakarta International Stadium untuk memperluas akses transportasi berbasis rel menuju kawasan hunian dan pusat aktivitas baru.

Dari sisi operasional, jumlah perjalanan KRL meningkat dari 881 perjalanan per hari pada 2015 menjadi 1.063 perjalanan per hari pada 2025 atau naik sekitar 21 persen.

Sepanjang 2025, jumlah perjalanan berdasarkan lintas layanan Commuter Line Jabodetabek meliputi lintas Bogor sekitar 155 juta perjalanan, lintas Cikarang sebanyak 85,9 juta perjalanan, lintas Rangkasbitung sebanyak 77,6 juta perjalanan, lintas Tangerang sebanyak 27,3 juta perjalanan, dan lintas Tanjung Priok sekitar 3,5 juta perjalanan.

KAI mengarahkan pengembangan Commuter Line Jabodetabek ke depan untuk memperkuat kapasitas layanan, meningkatkan integrasi antarmoda, mengembangkan layanan digital, serta mendukung penataan kawasan berbasis transportasi publik.

Pengembangan layanan tersebut membutuhkan kolaborasi antara PT KAI, KAI Commuter, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.

Penulis :
Arian Mesa